Akademisi Sebut Politik Uang Sudah Dijadikan Bagian dari Strategi Caleg
Sulaiman
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Akademisi FISIP Unila Darmawan Purba menyebut politik uang terkadang dijadikan strategi oleh bagi para Caleg dalam meraup suara di Pemilu 2024 mendatang.
Hal ini diungkapkan oleh Darmawan Purba saat mengisi materi dalam kegiatan Workshop strategi pencegahan dan penanganan berita hoax pada Pemilu 2024 oleh KPU Lampung.
Darmawan mengungkapkan, berdasarkan hasil survei Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD).
Dari 60 persen lebih responden yang mengatakan akan menerima politik uang, 64 sampai 76 persen memilih pemberian uang ketimbang barang.
Sementara 23 sampal 35 persen responden yang memilih pemberian barang berbentuk sembako, bibit, pupuk, alat pertanian, dan lain-lain.
Di Pulau Jawa, responden yang mengatakan mau menerima politik uang, menginginkan uang sebesar lebih dari Rp100 ribu ruplah. Sedangkan di Sumatera, kurang dari Rp50 ribu, dan di Kalimantan antara Rp50 ibu sampai 100 ribu rupiah.
Mengenai efektivitas, 49 persen responden di Pulau Jawa menjawab akan mengikuti arahan pemberi politik uang.
Besaran persentase Ini lebih besar di Kalimantan dan Sumatera, yaitu 60,35 persen dan 54,15 persen.
"Sementara di Pulau Jawa, ada sekitar 40, 30 persenan orang yang mengaku mau menerima uang, tapi tidak mau ikuti arahan si pemberi," ujarnya.
Menurutnya, hal yang melatarbelakangi ini yakni ekonomi dan pendidikan.
Politik Uang
Strategi Caleg
Pemilu 2024
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
