PISPI Desak Polda Metro Jaya Bebaskan Presiden BEM Pertanian UNRI
Sulaiman
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Perhimpunan Insinyur dan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) mengecam tindakan aparat Polda Metro Jaya yang menangkap Presiden BEM Fakultas Pertanian Universitas Riau (UNRI), Khariq Anhar, di Bandara Soekarno-Hatta.
Khariq ditangkap usai menghadiri Musyawarah Nasional Ikatan Badan Eksekutif Mahasiswa Pertanian Indonesia (IBEMPI) di Kampus Universitas Padjadjaran, Bandung.
Organisasi IBEMPI sebelumnya dikenal dengan nama Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI), wadah berhimpun organisasi mahasiswa tingkat fakultas pertanian se-Indonesia.
Sekjen PISPI Kamhar Lakumani menyatakan penangkapan tersebut berpotensi memicu keresahan publik, terlebih masih dalam suasana duka usai meninggalnya seorang pengemudi ojek online bernama Affan, yang dilindas kendaraan taktis saat aksi unjuk rasa pada 28 Agustus lalu.
Menurutnya, cara-cara seperti ini bisa memunculkan persepsi bahwa aparat justru memperburuk citra pemerintahan Presiden Prabowo, yang akan dianggap anti kritik dan kontra demokrasi.
"Padahal Presiden Prabowo berulang kali menegaskan keterbukaan terhadap kritik," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/8/2025).
Ketua Umum ISMPI periode 2002–2004 ini menegaskan, PISPI mendesak Polda Metro Jaya segera membebaskan Khariq dan mahasiswa lain yang ditangkap saat demonstrasi.
"Kami berharap polisi tampil profesional, mengayomi rakyat, loyal kepada bangsa dan negara, serta tidak ditarik ke dalam kepentingan politik," tegasnya. (*)
Polda Metro Jaya
Presiden BEM UNRI
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
