Meski Harga Gabah Tembus Rp7000 per Kilogram, Stok Beras di Kabupaten Mesuji Aman

Juan Santoso Situmeang

Juan Santoso Situmeang

Mesuji

11 September 2023 21:51 WIB
Peristiwa | Rilis ID
Pj. Bupati Mesuji, Sulpakar sedang memakai combine harvester untu sawah , Senin (11/09/2023). Foto : panen,Kominfo
Rilis ID
Pj. Bupati Mesuji, Sulpakar sedang memakai combine harvester untu sawah , Senin (11/09/2023). Foto : panen,Kominfo

RILISID, Mesuji — Meski dibayang-bayangi gagal panen, prroduksi beras di Kabupaten Mesuji ternyata masih cukup aman untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat di wilayah Ragab Begawe Caram itu.

Estimasi itu didasari dengan kebutuhan beras penduduk di Kabupaten Mesuji sebanyak 20.299 ton beras per tahun dengan asumsi 87,24 kg/kapita/tahun di kalikan dengan 232.685 jiwa sedangkan produksi 107.420 ton beras di kurangi dengan 20.299 ton beras per tahun maka akan terjadi surplus 87.121 ton beras.

Hal itu dijelaskan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji, Pariman melalui pers rilisnya, Senin (11/09/2023).

Ia mengatakan fenomena iklim yang terjadi akibat pemanasan suhu muka laut di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah yang kita kenal dengan El Nino menyebabkan menurunnya curah hujan di wilayah Indonesia dan tentunya memicu terjadinya kekeringan untuk wilayah Indonesia secara umum dan sangat berdampak pada sub sektor tanaman pangan khususnya padi pada masa vegetative yang mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan padi bahkan bisa sampai gagal panen ( puso).

Pariman mengatakan bahwa musim tanam padi ke dua kali yaitu musim tanam gadu ini di Kabupaten Mesuji sudah dilakukan percepatan tanam sebagai upaya antisipasi dampak El Nino.

“Justru kita sudah mulai pada Bulan April sampai dengan Bulan Juli 2023 dengan total luas tanam 30.088 ha dari total luas lahan seluas 30.611 ha, sampai dengan 31 Agustus sudah di panen seluas 18.797 ha dan yang akan panen di Bulan September seluas 10.379 ha,” ujarnya.

Sedangkan prediksi lahan seluas 164 ha di enam desa yang kesemuanya berada di Kecamatan Rawajitu Utara ( Desa Panggung Rejo, Desa Sidang Makmur, Desa Way Puji, Desa Sidang Iso Mukti dan Desa Sidang Sido Rahayu serta Desa Sidang Muara Jaya) terancam gagal panen akibat kekeringan dan air yang tersedia sudah payau dan tidak memungkinkan lagi di manfaatkan untuk mengairi tanaman padi tersebut.

Sementara produksi gabah yang dihasilkan pada musim tanam ke dua kali ini, kata Parimin, baik itu di Mesuji Timur maupun RJU sebanyak 170.518 Ton GKP bila di konversi menjadi beras sebanyak 107.420 ton beras. 

Selanjutnya, masih dalam rangkaian penanganan dan antisipasi El-Nino di Kabupaten Mesuji, petani telah melaksanakan dua kali tanam dan dua kali panen yaitu musim rendang dan musim gadu sehingga di mungkinkan surplus beras di Kabupaten Mesuji adalah setidaknya 194.541 ton beras dalam satu tahun.

Dalam  kesempatan berbeda, Pj. Bupati Mesuji, Sulpakar menyampaikan bahwa pemerintah melakukan persiapan untuk menghadapi dampak El Nino, setelah melaksanakan rapat bersama Forkopimda dan seluruh jajaran Pemkab Mesuji di Balai Desa Mulya agung, Kamis (7/9/2023).

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Juan Santoso Situmeang
Tag :

panen

gkp

beras

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya