Ditemukan Meninggal Dunia, Sang Ibu Sempat Dicegah Warga Untuk Selamatkan Anaknya
Sulaiman
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Suasana duka masih menyelimuti Kampung Bedeng Arab yang berada di kelurahan Kota Karang kecamatan Teluk Betung Timur (TBT), Kamis (7/7/2022) pagi.
Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Rabu (6/7/2022) malam itu, menghanguskan sedikitnya 24 rumah. Serta menyebabkan Ibu dan anak meninggal dunia dalam posisi berpelukan.
Sumarni, kerabat (Besan) dari korban Pipit (27) dan bayi perempuannya, Qinara Ruby Sabilla Nara (2) yang meninggal dunia dalam peristiwa ini bercerita.
Pada saat kejadian, korban meninggalkan rumah untuk membeli gorengan yang letaknya tak jauh dari rumahnya. Sementara sang putri sedang tertidur pulas.
Mendengar kebakaran di sekitar rumahnya, ibunya itu berlari, dan menerobos api untuk menyelamatkan buah hatinya.
"Sempat dilarang warga, ditarik-tarik agar tidak masuk tetapi dia tetap nekat, padahal rumahnya sudah di kepung api," ujarnya dengan suara lirih dan berlinang air mata.
Di sisi lain, Yani (66) yang juga korban peristiwa tersebut menceritakan, api membesar dengan cepat melahap bangunan bedeng semi permanen.
Saat kejadian, lanjut Yani. Ia sedang melaksanakan sholat Isya, dan anaknya di dalam rumahnya.
Ia mendengar keributan di luar rumahnya, saat keluar rumah, dirinya langsung ditarik oleh warga sambil berteriak ada kebakaran.
"Saya di tarik warga, pas saya lihat api sudah besar di bagian belakang rumah," kata dia.
Ibu dan Anak Meninggal Dunia
Kebakaran
Kota Karang
Bandarlampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
