Diguyur Hujan sejak Siang Akibatkan Tanah Longsor dan Puluhan Hektar Sawah Terendam di Lambar
Ari Gunawan
Lampung Barat
RILISID, Lampung Barat — Sebagian besar wilayah Kabupaten Lampung Barat (Lambar) sejak siang sekitar pukul 01.30 WIB hingga malam hari diguyur hujan deras. Akibatnya terjadi bencana alam tanah longsor dan pohon tumbang di dua lokasi berbeda, juga merendam puluhan hektare (Ha) lahan persawahan, Jumat (1/3/2024).
Pertama bencana tanah longsor dan pohon tumbang terjadi di Pekon Kerang Kecamatan Batu Brak, dimana material tanah longsor dan pohon tumbang menutup sebagian badan jalan lintas Liwa - Bandar Lampung.
Salah satu pengguna jalan, Rivaldo Navawasa (25), mengatakan jalur tersbut sempat terjadi macet akibat tanah longsor dan pohon tumbang yang menutup sebagian badan jalan.
"Iya ada longsor dan pohon tumbang tadi sekitar pukul 17.30 WIB, tadi juga sempat macet, karena belum ada penanganan di lokasi, jalan lintas juga saat ini hanya bisa dilalui satu jalur," singkatnya.
Kedua, tanah longsor juga terjadi di Pekon Bedudu, Kecamatan Belalau, dimana material longsor menutup lebih dari sebagian badan jalan penghubung wilayah Pemangku Satu dan Pemangku Dua.
Peratin Pekon Bedudu, Alexander Metias mengatakan akibat tingginya intensitas curah hujan di sebagian wilayah Lambar mengakibatkan bencana alam tanah longsor di jalan penghubung pekon setempat.
"Untuk saat ini, jalan penghubung pemangku satu dan dua pekon Bedudu hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua saja, akibat tertimbun material longsor yang terjadi menjelang magrib tadi," kata Alexander.
Selain itu, lanjut Alex, terdapat juga puluhan Ha lahan persawahan siap tanam milik warga juga ikut terendam banjir, akibat luapan sungai (Kali) way semangka.
"Bencana banjir kali ini memang tidak menimbulkan dampak yang begitu besar karena warga baru saja akan melakukan proses penanaman padi, hanya saja beberapa tanggul sawah warga jebol diterjang banjir," pungkasnya.(*)
Bencana alam
Tanah Longsor
Banjir
Rendam sawah
Lampung Barat
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
