Bustanul Arifin Sebut Pertumbuhan Sektor Pertanian Lampung Lampaui Nasional

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

6 Agustus 2022 16:39 WIB
Peristiwa | Rilis ID
Foto: Istimewa
Rilis ID
Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Dewan Penasehat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Lampung Prof. Dr. Bustanul Arifin menyebut pertumbuhan sektor pertanian Lampung lebih tinggi dibanding nasional.

Menurutnya, hal ini disebabkan adanya  peningkatan produksi pertanian, kehutanan dan perikanan.

"Faktor musim panen raya pada kuartal II (Q2) ikut mendongkrak pertanian Lampung," kata Bustanul Arifin dalam Seminar dan Rapat Kerja ISEI Cabang Lampung di Bukit Randu Hotel & Resto Bandarlampung, Sabtu (6/8/2022).

Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Unila itu menegaskan bahwa strategi kemandirian pangan perlu lebih komprehensif.

"Perekonomian Lampung pada Q2-2022 tumbuh 5,22% (year on year), lebih rendah dari nasional didorong sektor perdagangan (14,55%), industri manufaktur (8,43%), pertanian (2,49%)," papar Koordinator FG Pangan-Pertanian PP ISEI itu.

Bustanul menyampaikan strategi dan perubahan kebijakan ke depan adalah penguatan kemandirian pangan untuk meredam inflasi tinggi yang dipicu komponen volatile food tinggi melalui pertanian presisi, climate-smart, digitasilisasi rantai nilai, perbaikan strategi R&D dan ekosistem inovasi.

Kemudian kerja sama antar daerah (KAD) amat krusial dalam konteks manajemen stok pangan, stabilisasi harga antardaerah dan antarwaktu, food losses dan waste; KAD dimulai dalam satu daerah, sentra produsen dengan sentra konsumen, daerah penyangga dan pengembangan dan daerah-daerah lain di Indonesia.

Informasi pendahuluan KAD perlu lengkap dan komprehensif: Pola tanam, dinamika surplus/defisit pangan, prakiraan iklim jangka menengah-panjang; penguatan resiliensi bisnis, pengembangan dan adaptasi model bisnis, kerjasama kemitraan, disesuaikan dengan kekhasan sistem nilai setempat;. Integrasi pangan lokal, industri kuliner, kearifan lokal, perubahan pola pangan sehat, beragam bergizi seimbang dan aman (B2SA), pengindustrian pangan.

Pembicara lain dalam seminar  dan rapat kerja ISEI Cabang Lampung, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung, Irfan Farulian menjelaskan tentang  Risiko inflasi global masih dalam tendensi meningkat, terutama disebabkan oleh kenaikan harga energi dan peningkatan ekspektasi inflasi sejalan dengan tingginya ketidakpastiaan konflik geopolitik Rusia-Ukraina.

"Peningkatan laju inflasi pada tahun 2022 mendorong berbagai bank sentral di dunia untuk segera melakukan pengetatan kebijakan monteter," ujarnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Segan Simanjuntak
Tag :

Bustanul Arifin Sebut Pertumbuhan Sektor Pertanian Lampung Lampaui Nasional

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya