Aliansi Mahaswa Kota Metro Nilai Kinerja Pemkot Lamban, Persoalan Sampah hingga Penyakit Sosial Masyarakat Jadi Tuntutan
Adi Herlambang Saputra
Metro
RILISID, Metro — Aliansi Mahasiswa Kota Metro membawa sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) setempat dalam aksi demonstrasi yang digelar, Selasa (25/6/2024)..
Para massa demonstrasi menilai kinerja Pemkot Metro lamban terutama dalam menangani persoalan sampah dan infrastruktur.
Dari pantauan Rilis.id Lampung di lapangan, gabungan dari sejumlah organisasi mahasiswa itu berhasil masuk ke ruang Wali Kota setelah beberapa saat dihadangan oleh aparat yang berjaga.
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Metro Chairul Aji Bangsawan mengatakan, pihaknya membawa tiga persoalan di Kota Metro dan tiga persoalan nasional.
Pertama soal teman-teman aktivis yang ditangkap dan mendapatkan tindakan represif di berbagai daerah karena mengkritik pemerintah.
Kemudian terkait rencana kenaikan uang kuliah tunggal (UKT) yang aturannya sudah ditangguhkan, namun masih belum dicabut.
"Ini yang kami minta untuk dicabut, karena kalau tidak dicabut mungkin tahun 2025 itu akan diberlakukan kembali," papar Irul sapaannya.
lalu persoalan yang mengkhawatirkan rakyat yakni masalah tabungan perumahan rakyat (Tapera). Karena berdasarkan analisa serta kajian, tidak ada manfaatnya sama sekali aturan itu untuk masyarakat.
Irul menjelaskan, untuk persoalan di Kota Metro yang pertama terkait pembangunan infrastruktur yang kurang maksimal.
"Kami lihat sudah mau habis kepemimpinan Wali Kota, jalan-jalan masih banyak yang rusak dan banjir di mana-mana," kritik Irul.
Tapera
Penyakit Sosial Masyarakat
Infrastruktur
Parkir Liar
Demonstrasi
Pemkot Metro
Berita Metro
HMI
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
