Aliansi Mahaswa Kota Metro Nilai Kinerja Pemkot Lamban, Persoalan Sampah hingga Penyakit Sosial Masyarakat Jadi Tuntutan
Adi Herlambang Saputra
Metro
Dengan persoalan itu, lanjutnya, Dinas PUTR setempat seakan tutup mata. Bahkan realisasi program pembangunannya dinilai lambat.
"Apakah karena setoran proyek yang belum disetor, sehingga belum dieksekusi jangan sampai hal-hal seperti itu akhirnya meresahkan masyarakat Kota Metro," imbuhnya.
Yang tak kalah penting, menurutnya persoalan sampah di Tempat Pembungan Akhir Sampah (TPAS).
Menurutnya, banyak warga yang terkena penyakit dan persoalan tersebut masih belum belum menemui titik terang.
"Kami sudah audiensi ke DPRD pada akhir 2023 dan kami tunggu ini sudah berjalan hampir 7 bulan. Namun, eksekusinya yang kami rasakan masih nol," papar Irul.
Aliansi Mahasiswa Kota Metro juga mendesak persoalan penyakit sosial masyarakat (PSM). Di manaya, masih banyaknya penjualan miras dan diduga aktivitas seksual pada rumah karaoke di Kota Metro.
"Kasat Pol PP jangan sampai menutup mata, khususnya prostitusi kos-kosan per jam yang disewakan. Kemudian miras ditambah lagi maraknya peredaran narkoba yang terjadi di kota Metro," tukasnya.
Sementara itu Wali Kota Metro Wahdi, mengaku akan menindak apa yang menjadi tuntutan dari massa aksi.
Ia juga mengklaim akan bertanggung jawab persoalan pembangunan yang terkesan lambat di Kota Metro tersebut.
"Nanti akan dijelaskan lebih rinci oleh mereka (Para Dinas terkait, red)," katanya.
Tapera
Penyakit Sosial Masyarakat
Infrastruktur
Parkir Liar
Demonstrasi
Pemkot Metro
Berita Metro
HMI
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
