Pengembangan Geothermal Suoh-Sekincau Mulai Nyata Dirasakan Warga Lampung Barat
Arya Besari
Lampung Barat
“Kami tidak menuntut berlebihan. Jalan yang lebih baik, akses kesehatan yang mudah, dan pendidikan anak-anak yang lebih diperhatikan sudah cukup bagi kami,” kata Asep.
Sejumlah dampak awal proyek geothermal mulai terlihat melalui pembangunan infrastruktur. PT Star Energy Geothermal Suoh-Sekincau telah merealisasikan pembangunan box culvert di Way Pagasan pada ruas Simpang Mutar Alam–Gunung Terang dengan nilai anggaran sekitar Rp1,5 miliar.
Infrastruktur tersebut dinilai mempermudah akses dan mobilitas masyarakat.
Selain itu, perkuatan Jembatan Way Kabul di ruas yang sama dengan nilai anggaran lebih dari Rp861 juta turut mendukung kelancaran aktivitas ekonomi warga, khususnya petani dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada distribusi hasil pertanian.
Bagi masyarakat, pembangunan infrastruktur tersebut tidak sekadar proyek fisik.
Jalan dan jembatan yang lebih baik berdampak langsung pada efisiensi biaya angkut, penghematan waktu tempuh, serta kemudahan akses ke layanan pendidikan dan kesehatan.
Di luar pembangunan infrastruktur, masyarakat juga menaruh harapan pada program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) perusahaan.
Program beasiswa, bantuan pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi aspirasi yang terus disuarakan.
Secara keseluruhan, nilai kontribusi pembangunan yang telah dan akan direalisasikan perusahaan di wilayah sekitar proyek diperkirakan mencapai sekitar Rp8 miliar, terutama untuk menjawab kebutuhan infrastruktur dasar yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menegaskan, pengembangan geothermal Suoh-Sekincau diarahkan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Geothermal
Suoh Sekincau
Lampung Barat
Energi Terbarukan
Pembangunan Daerah
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
