Pemprov Lampung Matangkan Rencana Investasi Bioetanol Berbasis Teknologi Multifeedstock

Rimadani Eka Mareta

Rimadani Eka Mareta

Bandarlampung

29 Januari 2026 21:37 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Foto Biro Adpim
Rilis ID
Foto Biro Adpim

Sementara itu, Reco sebagai perwakilan Toyota menyampaikan bahwa Jepang saat ini tengah mempercepat riset dan pengembangan biofuel melalui konsorsium industri otomotif nasional, seiring target penerapan campuran etanol hingga E20 pada 2030. Toyota juga menyatakan kesiapan teknologi kendaraan flex-fuel yang mampu menggunakan bahan bakar dengan kadar bioetanol lebih tinggi, serta membuka peluang kolaborasi lebih lanjut dengan Pertamina dan pemerintah daerah.


Dari sisi akademisi, Wini dari Universitas Lampung (Unila) menjelaskan bahwa secara iklim dan kondisi awal lahan, wilayah Tegineneng memiliki potensi untuk pengembangan tanaman sorgum sebagai salah satu bahan baku bioetanol. Namun demikian, Unila menegaskan perlunya analisis lanjutan yang mencakup aspek kimia, fisika, dan biologi tanah sebelum pengembangan dilakukan dalam skala luas.


Riffana dari Kementerian Investasi Republik Indonesia/BKPM, dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mendukung penuh realisasi investasi bioetanol di Lampung, baik melalui percepatan perizinan, fasilitasi administratif, pemberian insentif investasi, hingga dukungan skema kerja sama dengan mitra luar negeri, termasuk joint venture dan alih teknologi.


Rapat ditutup dengan kesepakatan pembentukan tim teknis lintas sektor yang akan melakukan pemetaan lahan, serta pendalaman teknis. Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan implementasi fisik investasi bioetanol dapat segera dimulai, sekaligus menjadikan Lampung sebagai salah satu pilot project nasional pengembangan bioetanol berbasis multifeedstock dalam mendukung target transisi energi dan pengurangan emisi nasional.


Dalam rapat sebelumnya, telah disampaikan rencana investasi Toyota melalui PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dalam pengembangan ekosistem bioetanol di Indonesia. Investasi ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong swasembada energi, ekonomi hijau, serta hilirisasi industri guna meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.


Menampilkan halaman 3 dari 4

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Rimadani Eka Mareta
Tag :

Bioetanol

pemprov lampung

kemandirian energi nasional

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya