Menu MBG Kerap Dikeluhkan, Kepala KPPG Lampung Angkat Bicara
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Provinsi Lampung, Achmad Hery Setiawan, mengakui masih ada sejumlah kendala dalam optimalisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Khususnya pada skema menu dan ketersediaan bahan baku.
Hal itu disampaikan Achmad Hery Setiawan usai mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Lampung, Senin, 20 April 2026.
Menurutnya, keterbatasan tenaga juru masak (chef) bersertifikat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penyusunan menu MBG.
Kondisi ini berdampak pada pemilihan bahan baku yang dinilai belum sepenuhnya optimal.
“Kita coba dengan skema menu. Memang ada keterbatasan kemampuan dari chef bersertifikat, sehingga ada bahan baku tertentu yang sulit untuk diakomodasi,” ujarnya.
Ia berharap, sepanjang tahun 2026 skema menu MBG di Lampung dapat terus diperbaiki dengan memaksimalkan potensi sumber daya lokal yang melimpah, seperti hasil perikanan.
“Kita punya udang, kita punya ikan yang banyak. Ini sebenarnya potensi besar, tapi belum sepenuhnya teroptimalkan,” katanya.
Selain faktor SDM, tantangan lain yang dihadapi adalah distribusi bahan baku di wilayah Lampung yang memiliki kondisi geografis berjauhan.
Hal ini berdampak pada tingginya harga serta belum meratanya pasokan bahan pangan di sejumlah daerah.
Mbg
menu mbg
makan bergizi gratis
menu mbg dikeluhkan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
