Lulusan SMK Swasta Bukan untuk Ditinggalkan, SNNU Buka Jalan ke Jepang
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Dalam sebuah langkah nyata dan menyentuh, Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) menjalin kerja sama strategis dengan Forum Komunikasi Kepala Sekolah SMK Swasta Provinsi Lampung dan SMK Bina Latih Karya Bandar Lampung melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).
Kegiatan yang berlangsung pada 14 November 2025 ini bukan sekadar seremoni administratif. Ini adalah deklarasi moral: bahwa anak-anak dari sekolah swasta dan daerah pesisir berhak atas masa depan yang sama cerahnya dengan siapapun. Kerja sama ini membuka akses magang ke Jepang di berbagai sektor pekerjaan., sektor yang selama ini dekat dengan kehidupan mereka, tapi jauh dari jangkauan profesional.
Realita pendidikan vokasi di lapangan sangat timpang. SMK Swasta di banyak wilayah, khususnya di pesisir, bergelut dengan keterbatasan fasilitas, minimnya link and match dengan industri, serta stigma sebagai “pilihan kedua”. Di tengah kondisi itu, SNNU datang bukan untuk menilai, tapi untuk berdiri bersama.
“Ini bukan soal siapa unggul dan siapa tertinggal. Ini soal tanggung jawab sosial. Kami hadir untuk memutus rantai ketimpangan yang sudah terlalu lama membungkam mimpi anak-anak di sekolah swasta,” ujar Dr. Edarwan, S.E., M.Si., Ketua PW SNNU Lampung.
Melalui kemitraan ini, SNNU dan mitra SMK swasta sepakat mengembangkan program pelatihan dan pemagangan kerja ke Jepang yang tidak hanya membekali teknis, tetapi juga membangun karakter.
Poin-poin penting dalam kerja sama ini meliputi: Pelatihan pramagang berbasis standar industri Jepang; Penempatan magang di berbagai sektor pekerjaan; Pembinaan etos kerja, mentalitas tangguh, dan akhlak profesional; dan Pendampingan berkelanjutan dari pra-keberangkatan hingga kembali ke tanah air
Langkah ini adalah bentuk nyata investasi sosial dan spiritual untuk mencetak generasi muda yang mampu berdiri sejajar di panggung global.
SNNU menolak anggapan bahwa pemagangan hanya soal tenaga kerja murah. SNNU percaya, mereka yang berangkat ke Jepang adalah duta bangsa, calon pelopor perubahan.
“Kami tidak sedang kirim buruh. Kami sedang mengirim calon investor lokal. Mereka pulang membawa keterampilan, budaya disiplin, dan semangat membangun. Mereka akan jadi pemilik usaha, bukan lagi pencari kerja,” tegas Dr. Edarwan.
Bagi Forum Komunikasi Kepala Sekolah SMK Swasta Lampung, kerja sama ini membawa angin segar dan harapan baru. Ini adalah validasi bahwa SMK Swasta pun bisa jadi pemain utama, bukan penonton.
Snnu Lampung
smk swasta
edarwan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
