Lampung Mantapkan Diri Jadi Pusat Investasi dan Hilirisasi Berkelanjutan di Sumatera

Rimadani Eka Mareta

Rimadani Eka Mareta

Jakarta

4 November 2025 16:48 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Foto Biro Adpim Setda Provinsi Lampung
Rilis ID
Foto Biro Adpim Setda Provinsi Lampung

RILISID, Jakarta — Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya menjadi pusat investasi dan hilirisasi berkelanjutan di Pulau Sumatra. Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela dalam ajang Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2025 yang digelar di Ballroom Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Forum yang diinisiasi bersama Forum Investasi Lampung (FOILA) ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat promosi investasi daerah, mendorong hilirisasi komoditas unggulan, serta memperkenalkan potensi Lampung sebagai magnet investasi nasional. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 58 calon investor dari berbagai negara, perwakilan duta besar negara sahabat, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto, perwakilan Kementerian Investasi/BKPM, Ketua DPRD Provinsi Lampung, serta sejumlah project owner proyek strategis.

Dalam paparannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa Lampung siap menjadi pusat hilirisasi lima komoditas strategis, yakni kelapa, kopi, lada, ubi kayu, dan udang. “Dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp483,8 triliun pada 2024 dan menempati peringkat keempat tertinggi di Sumatra, kami membuka peluang besar bagi investor untuk berpartisipasi dalam program hilirisasi sektor pangan, energi baru terbarukan, dan pariwisata berkelanjutan,” ujar Gubernur di hadapan para peserta forum.

Menurutnya, arah pembangunan ekonomi Lampung kini difokuskan pada peningkatan nilai tambah komoditas lokal melalui penguatan industri pengolahan di daerah. Strategi tersebut sejalan dengan visi pemerintah pusat untuk memperkuat hilirisasi dan kemandirian ekonomi daerah. “Lampung bukan provinsi dengan APBD besar, karena itu kami harus mendorong pertumbuhan lewat sektor usaha dan investasi,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jihan Nurlela dalam sambutannya menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk membuka peluang investasi berkelanjutan di bidang pertanian modern, energi terbarukan, pariwisata hijau, dan industri kreatif.

“Lampung siap menjadi mitra strategis bagi investor nasional dan global. Kami ingin pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati pelaku usaha, tetapi juga mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat,” ujar Wagub.

Ia menambahkan, Lampung tengah mengembangkan Renewable Energy Hub berbasis biomassa dan panas bumi, dengan potensi mencapai 1.758 MWe di empat kabupaten, serta mendorong industrialisasi pertanian dan produksi pupuk organik melalui BUMDes. Kebijakan ini juga sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yakni ketahanan pangan, pemerataan infrastruktur, dan transformasi energi hijau.

Secara geografis, Lampung memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara Pulau Jawa dan Sumatra. Kondisi ini menjadikan Lampung pintu masuk utama bagi arus barang, jasa, dan investasi ke wilayah Sumatra bagian selatan. Pemerintah Provinsi Lampung memanfaatkan keunggulan tersebut untuk mengembangkan pusat logistik dan kawasan industri pengolahan yang terintegrasi dengan infrastruktur transportasi modern, seperti jalan tol, pelabuhan, dan jaringan rel ganda.

Dalam forum tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung memamerkan 11 proyek investasi unggulan, antara lain Kemiling Agripark Development Plan, Bakauheni Harbour City, Floating Solar Power Plant, Starch Amilum Excipients in Medication Formula, Kota Baru Area, Sebalang Port, Betan Subing Terminal & Double Track Railway, Batu Tumpang Tourism, Rajabasa Dharmacity, Way Kanan Industrial Park, dan Gunung Tiga Geothermal Power Plant.

Sebagai langkah konkret, kegiatan ini menghasilkan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Pemerintah Provinsi Lampung dan PT Bakrie Power terkait rencana investasi di sektor energi baru terbarukan. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lampung, Bimo Epyanto, menyebut potensi tersebut didukung oleh lokasi strategis dan kapasitas pelabuhan yang memadai, menjadikan Lampung siap tumbuh secara berkelanjutan. Dukungan serupa juga disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro Kementerian Investasi/BKPM, Imam Soejoedi, yang menilai Lampung sebagai lokasi ideal untuk pengembangan investasi di bidang pangan dan energi baru terbarukan.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Rimadani Eka Mareta
Tag :

Investasi

sumatera

gubernur Lampung

Rahmat Mirzani Djausal

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya