Keramba Jaring Apung dan Gulma Cemari Bendungan Way Rarem, Program Ketahanan Pangan Terancam
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Eka menegaskan, KJA perlu segera ditangani karena menimbulkan dampak serius: sedimentasi tinggi, berkurangnya luas layanan irigasi, percepatan pertumbuhan gulma, hingga penurunan kualitas air yang merusak pintu-pintu bendungan.
Data BBWS Mesuji Sekampung menunjukkan, pengoperasian KJA juga menyebabkan pengurangan volume efektif untuk fungsi irigasi hingga 8 juta meter kubik.
BBWS Mesuji Sekampung telah berulang kali melakukan penertiban melalui surat, koordinasi lintas sektor, hingga sosialisasi kepada masyarakat. Bahkan kementerian terkait sudah disurati untuk mendukung pengamanan waduk berbasis partisipasi warga. Namun hingga kini hasilnya belum signifikan.
Eka menjelaskan beberapa metode penanganan yang disiapkan: Untuk penanganan gulma berupa mesin pemotong gulma, kapal pembersih, dan pengangkutan darat. Serta cara manual dengan gotong royong masyarakat dan TNI. Selanjutnya pemanfaatan gulma dijadikan kompos, pakan ternak, atau bahan kerajinan.
Sementara penanganan KJA dilakukan dengan zonasi penempatan sesuai daya dukung perairan. Pembatasan jumlah melalui relokasi atau konversi usaha serta sosialisasi dan penyediaan alternatif usaha, seperti perikanan darat atau sistem bioflok.
“Dengan langkah ini, kami berharap gulma di Bendungan Way Rarem dapat berkurang signifikan, area genangan menjadi lebih bersih, jumlah KJA sesuai daya dukung, dan kualitas air waduk meningkat sehingga fungsi waduk kembali optimal,” jelas Eka.
Namun penanganan ini tak bisa hanya dilakukan BBWS Mesuji Sekampung, butuh dukungan dari semua pihak. Mulai dari DPRD Kabupaten Lampura dan Provinsi Lampung, Pemkab Lampura, hingga Gubernur Lampung. Yang terpenting dari warga masyarakat setempat agar bisa kerjasama.
Eka Kurniawan memastikan jika penanganannya rampung, akan memberi banyak dampak positif. Seperti dampak ekologis: waduk lebih bersih, kapasitas tampung meningkat, kualitas air terjaga.
Dampak sosial: mengurangi potensi konflik serta meningkatkan partisipasi Masyarakat. Serta dampak ekonomi: meminimalkan kerugian akibat terganggunya irigasi dan produksi ikan, serta membuka peluang ekonomi dari pemanfaatan gulma. (*)
Bendungan Way Rarem
BBWS Mesuji Sekampung
gulma air
bendungan Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
