Ironis! Puluhan Dapur MBG Aktif di Lampura Hanya Segelintir Bersertifikat
Furkon Ari
Lampung Utara
Peristiwa tersebut menjadi alarm keras hingga mendorong pemerintah pusat memperketat pengawasan pelaksanaan MBG di daerah.
Padahal, program MBG di Lampura menyasar kelompok penerima manfaat dalam jumlah besar.
Tercatat sebanyak 245.541 siswa dari jenjang PAUD hingga SMA menjadi sasaran utama.
Selain itu, program ini juga menjangkau 2.630 ibu hamil, 5.240 ibu menyusui, serta 19.804 balita.
Dengan cakupan sebesar itu, absennya jaminan standar keamanan pangan dinilai berpotensi menimbulkan dampak kesehatan serius, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.
Di sisi lain, keberadaan dapur SPPG turut menyerap sekitar 2.600 tenaga kerja lokal dan memberikan efek ekonomi positif bagi masyarakat.
Meski demikian, manfaat ekonomi tersebut dinilai tidak boleh mengesampingkan aspek keselamatan dan kesehatan pangan.
Mat Soleh pun mengakui keterbatasan kewenangan Satgas di daerah.
Menurutnya, Satgas hanya berfungsi melakukan pengawasan dan pembinaan, tanpa kewenangan penindakan.
"Untuk perizinan, sertifikasi, dan langkah tegas sepenuhnya menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional," tegasnya.
MBG
SPPG
SLHS
Satgas
Beroperasi
Dapur
Sertifikat
BGN
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
