Kepala Bappeda Tri Umaryani Serukan Generasi Muda Lambar Jaga Budaya
Anton Suryadi
Lampung Barat
“Budaya bukan hanya kearifan lokal, tapi juga aset ekonomi. Jika kita mampu mengintegrasikan potensi alam, komoditas unggulan, dan budaya, maka Lambar akan punya mozaik masa depan yang khas sekaligus menyejahterakan masyarakat,” paparnya.
Kepada generasi milenial dan Gen Z, Tri memberikan pesan khusus. “Kalian adalah penjaga api tradisi. Kalau kalian tidak peduli, siapa lagi? Jangan sampai kita tercabut dari akar dan menjadi asing di negeri sendiri,” ucapnya penuh penekanan.
Festival budaya ini memang menjadi magnet tersendiri dan kehadirannya mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat, dari anak-anak hingga orang tua, yang tumpah ruah memadati lapangan hingga sore hari.
Bagi warga, acara ini bukan hanya sekadar hiburan tahunan. Lebih dari itu, festival menjadi simbol kebersamaan sekaligus pengingat bahwa tradisi harus terus dijaga.
Suasana semakin hangat ketika nyambai bebakhong digelar. Ribuan warga menari bersama, menggambarkan harmoni yang menjadi ciri khas masyarakat Lambar.
Banyak pengunjung mengaku terkesan dengan perhelatan ini dan merasa bangga bisa menjadi bagian dari acara yang mengangkat nilai-nilai tradisi di tengah derasnya pengaruh budaya luar.
Bagi pemerintah daerah, festival ini juga menjadi ajang pembuktian bahwa Lampung Barat pantas disebut sebagai the origin of Lampung.
Identitas daerah diperkuat dengan pengemasan acara yang bukan hanya meriah, tetapi juga sarat makna.
Tri Umaryani berharap, festival budaya seperti ini bisa terus berlanjut dan bahkan dijadikan agenda tahunan. Dengan begitu, selain memperkuat identitas, acara juga dapat menjadi daya tarik wisata baru bagi Lambar.
Festival Sekura sendiri sebelumnya pernah masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Hal itu membuktikan bahwa budaya Lambar punya potensi besar di tingkat nasional.
Lambar
Festival Budaya
skala Brak
Doktor Tri Umaryani
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
