Kepala Bappeda Tri Umaryani Serukan Generasi Muda Lambar Jaga Budaya
Anton Suryadi
Lampung Barat
RILISID, Lampung Barat — Di tengah derasnya arus globalisasi, seruan untuk menjaga tradisi leluhur kembali digaungkan sebagai pusaka berdenyut dan warisan berharga yang menjadi kompas di tengah perubahan zaman.
Hal itu dikatakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) Dr. Tri Umaryani saat menghadiri Festival Budaya Nyambai Bebakhong yang digelar di Lapangan Pekon Kenali, Kecamatan Belalau, Minggu (21/9/2025).
Acara yang berlangsung meriah tersebut, dihadiri lebih dari 10 ribu orang dari berbagai kalangan masyarakat, merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-34 Kabupaten Lambar yang jatuh pada tanggal 24 September mendatang.
Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari, untuk menyaksikan beragam atraksi budaya seperti tari Nyambai, Festival Sekura, hingga permainan rakyat seperti panjat pinang dan sakura.
Semua rangkaian ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarana menjaga kearifan lokal agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.
Tri Umaryani, yang juga tercatat sebagai satu-satunya pejabat bergelar doktor di lingkungan Pemkab Lambar tampil mencolok dengan busana adat Lampung berwarna merah lengkap dengan selendang khas.
"Budaya bukan sekadar ritual lama tanpa makna. Budaya adalah peta navigasi jiwa yang menuntun kita memahami dari mana kita berasal dan ke mana kita harus melangkah,” ujar Tri Umaryani.
Menurut Umi, melestarikan budaya justru merupakan tindakan progresif.
“Ini bukan sikap kolot, tetapi cara merawat kemajemukan dan membentengi identitas bangsa di tengah banjir budaya global,” lanjutnya.
Lebih jauh, ia juga menekankan bahwa budaya memiliki nilai ekonomi yang besar.
Lambar
Festival Budaya
skala Brak
Doktor Tri Umaryani
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
