Dinkes Bandar Lampung Temukan Bakteri E-Coli di Air Dapur MBG Sukabumi

Sulaiman

Sulaiman

Bandarlampung

4 September 2025 21:03 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung Muhtadi Arsyad Tumenggung.
Rilis ID
Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung Muhtadi Arsyad Tumenggung.

RILISID, Bandarlampung — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung temukan bakteri E-Coli di dalam air yang digunakan di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sukabumi.

Bakteri e-Coli ini disinyalir menjadi penyebab ratusan siswa SD dan SMP di Sukabumi mengalami keracunan makanan dan harus dirawat di rumah sakit.

Kepala Dinkes Bandar Lampung Muhtadi Arsyad Tumenggung, pasca peristiwa tersebut pihaknya bersama instansi terkait melakukan investigasi di dapur MBG.

Dinkes dan tim melakukan pemeriksaan mulai dari penyimpanan bahan baku proses pembuatan makanan dan peralatan yang digunakan, dan terlihat belum memenuhi persyaratan yang diharapkan.

"Hasil ini sudah kita sampaikan baik secara lisan maupun dan tulisan soal apa yang harus diperbaiki," katanya.

Selain itu, pihaknya bersama BBPOM melakukan pengambilan sampel untuk dilakukan pemeriksaan saniteretiskid terhadap bahan-bahan yang berkenan akan dengan proses pembuatan makanan BMG.

"Hasilnya dari parameter pisik dan biologi aman, namun parameter mikrobiologi sampel air itu mengandung bakteri e-Coli yang jumlahnya tidak boleh melebihi standar yang disarankan, sehingga menyebabkan keracunan," katanya.

Selain itu, Muhtadi mengungkapkan, setelah dilakukan pendataan, total korban yang mengalami keracunan ternyata lebih dari data awal yakni 247 orang.

"Bahkan, 18 orang menhalani perawatan, 5 puskesmas, sisanya di RS Urip dan Graha, korban sudah ditangani," katanya. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sulaiman
Tag :

Makan bergizi gratis

Siswa Keracunan MBG

Bandar Lampung

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya