Dikepung Keramba Ikan, Kondisi Bendungan Way Rarem Lampung Memprihatinkan

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

9 Desember 2025 12:36 WIB
Daerah | Rilis ID
Bendungan Way Rarem yang dipadati gulma dan Keramba Jaring Apung. Foto: Tampan Fernando.
Rilis ID
Bendungan Way Rarem yang dipadati gulma dan Keramba Jaring Apung. Foto: Tampan Fernando.

RILISID, Bandar Lampung — Bendungan Way Rarem, salah satu bendungan besar di Provinsi Lampung yang beroperasi sejak tahun 1985, kini mengalami kerusakan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan.

Dari pantauan media Rilis.id, bendungan yang berfungsi sebagai sumber irigasi masyarakat sekitar itu hampir 70 persen permukaan airnya dipenuhi tumbuhan gulma.

Kondisi tersebut diperparah dengan maraknya keramba jaring apung (KJA) ilegal yang masih beroperasi di area waduk.

Menurut pengelola bendungan, terdapat sekitar 220 KJA ilegal yang aktif hingga saat ini, memicu pencemaran dan kerusakan ekosistem waduk.

Setiap hari, pemilik KJA menaburkan ratusan kilogram hingga berton-ton pakan ikan.

Pakan yang tidak terkonsumsi kemudian mengendap di dasar waduk, menyebabkan sedimentasi, pencemaran air, serta mempercepat pertumbuhan gulma di seluruh area waduk.

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung telah berkali-kali melakukan sosialisasi kepada pengelola KJA, namun hingga kini tidak membuahkan hasil.

Upaya pembersihan gulma juga dilakukan secara rutin, tetapi selalu kalah cepat dengan laju pertumbuhan gulma tersebut.

“Saat kita bersihkan di satu titik, di titik lain sudah tumbuh lagi. Jadi tetap nggak bisa bersih secara keseluruhan karena memang cepat tumbuhnya,” kata Supri, petugas Bendungan Way Rarem, Senin (8/12/2025).

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

Bendungan Way Rarem

BBWS Mesuji Sekampung

gulma air

bendungan Lampung

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya