Dikepung Keramba Ikan, Kondisi Bendungan Way Rarem Lampung Memprihatinkan
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Ia membenarkan bahwa sekitar 60–70 persen permukaan air waduk kini tertutupi gulma.
Supri menambahkan, jumlah KJA di waduk sebelumnya mencapai sekitar 700 unit, namun saat ini tersisa 220 unit yang masih beroperasi.
“Cepatnya pertumbuhan gulma ini juga karena sisa pakan yang ditabur tiap hari. KJA juga memicu sampah, terutama patahan bambu yang banyak terbuang ke air,” ujarnya.
Yang lebih mengkhawatirkan, sejumlah KJA kini berada semakin dekat dengan area spillway (jatuhan air).
Perpindahan itu dilakukan para pengelola keramba untuk mencari lokasi yang lebih dalam, meski berisiko tinggi terhadap operasional bendungan.
BBWS Mesuji Sekampung kembali mengingatkan bahwa keberadaan KJA ilegal dapat mengganggu pola operasi waduk, menurunkan kemampuan reduksi banjir, serta mempengaruhi realisasi tanam di Daerah Irigasi (DI).
Untuk itu, BBWS Mesuji Sekampung berharap ada dukungan nyata dari Pemkab Lampung Utara, Pemprov Lampung, dan DPRD setempat dalam upaya menertibkan KJA di area genangan Bendungan Way Rarem. (*)
Bendungan Way Rarem
BBWS Mesuji Sekampung
gulma air
bendungan Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
