Bupati Parosil Tegur Peratin Abaikan Arahan Camat
Arya Besari
Lampung Barat
“Selama ini kalau Inspektorat masuk ke pekon, saya lihat peratin malah panas dingin. Padahal seharusnya bersyukur, karena itu bentuk perhatian pemerintah daerah dalam melakukan pencegahan dan pembinaan,” tutur Parosil.
Selain soal pengawasan, Bupati Parosil juga menyoroti pentingnya menjaga kekompakan dan komunikasi antara camat dan peratin.
Ia mengaku prihatin melihat sebagian wilayah yang hubungan kerja antara keduanya mulai renggang.
“Saya berharap para peratin ini kompak. Kalau ada camat yang malas, ingatkan. Tapi sekarang saya lihat, peratin dan camatnya sudah kurang greget, kurang patuh,” harap Parosil.
Parosil juga menyinggung persoalan kedisiplinan aparatur pekon dan camat dalam menjalankan fungsi pemerintahan.
Ia menilai, lemahnya koordinasi dan rendahnya komunikasi dapat menghambat pelaksanaan program pembangunan di tingkat pekon.
“Camat ini orang kepercayaan bupati. Tolong dukung, tolong bantu. Tapi kalau ada yang menyimpang, laporkan ke saya. Saya sendiri yang akan menindak,” tegasnya.
Menurut Parosil, keberhasilan pembangunan di Lambar sangat bergantung pada soliditas dan sinergi antara camat dan peratin.
Ia menegaskan, kolaborasi yang kuat akan memastikan program pemerintah pusat dan daerah berjalan efektif hingga ke tingkat masyarakat.
“Peratin tidak akan bisa menjalankan program bupati kalau tidak didukung camat yang kuat. Kuat kemauan, kuat tanggung jawab, dan kuat keinginan untuk membangun,” pungkasnya. (*)
Lampung Barat
Parosil Mabsus
Tegur
Peratin
arahan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
