Bunda Eva Ingin Pastikan Tidak Ada Anak di Bandar Lampung yang Putus Sekolah
Sulaiman
bandar lampung
RILISID, bandar lampung — Citra religius, sederhana, dan dekat dengan masyarakat sudah lama melekat pada sosok Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana, yang akrab disapa Bunda Eva.
Di balik tutur lembut dan sikap hangatnya, tersimpan tekad besar untuk memastikan seluruh anak di Kota Tapis Berseri mendapatkan pendidikan dan layanan kesehatan yang layak.
“Bunda nggak mau ada anak-anak yang tidak sekolah, khususnya yang tidak mampu. Di mana pun mereka tinggal, kalau di Bandar Lampung, mereka harus bisa sekolah dan mendapat fasilitas,” tegasnya.
Selama kepemimpinannya, Pemkot Bandarlampung menanggung biaya pendidikan bagi siswa di sekolah negeri. Selain itu, pemerintah juga memberikan beasiswa untuk siswa SMA, SMK, hingga mahasiswa perguruan tinggi.
“SMA kita bayarkan sampai selesai, begitu juga kuliah. Tahun 2025 ini, dua ribu untuk perguruan tinggi dan lima ribu untuk SMA dan SMK,” jelasnya.
Namun bagi Bunda Eva, pendidikan tidak hanya soal akademik. Ia menekankan pentingnya pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai agama sebagai fondasi moral generasi muda.
“Kalau di sekolah-sekolah Kristen mereka berdoa sesuai agamanya, di sekolah-sekolah kita juga begitu. Karakter dan agama harus kuat. Itu modal mereka untuk masa depan,” ujarnya.
Selain pendidikan, sektor kesehatan juga menjadi prioritas yang terus ia dorong. Melalui layanan puskesmas keliling, serta kerja sama lintas sektor dengan camat, lurah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, Bunda Eva memastikan pelayanan kesehatan menjangkau seluruh lapisan warga.
“Bukan hanya untuk anak-anak, tapi semua warga. Layanan untuk ibu hamil juga gratis. Kita punya rumah sakit di Dadi Tjokrodipo, puskesmas di tiap kecamatan, dan puskeskel yang aktif turun ke lapangan,” terangnya.
Meski memimpin berbagai program besar, citra merakyat Bunda Eva tetap kuat. Ia dikenal gemar turun langsung ke lingkungan warga, menyusuri gang-gang kecil, menyapa masyarakat, dan mendengarkan keluhan tanpa sekat.
anak putus sekolah
bandar lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
