Awali Pekan Pendidikan Wartawan, PWI Lampung Gelar Diskusi Tentang Arus Kecerdasan Buatan
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Ia mengakui perubahan pola konsumsi informasi turut memengaruhi kinerja perusahaan media, termasuk pendapatan dan operasional.
Salah satunya adalah pendapatan iklan digital yang kini didominasi perusahaan raksasa seperti Google dan Meta.
Untuk menjaga integritas dan keberlangsungan pers di era digital, Akhmad Munir menekankan pentingnya memperkuat kualitas pemberitaan.
“Wartawan harus menghadirkan fakta yang akurat, data yang kredibel, dan menulis sesuai kaidah jurnalistik. Jangan ikut-ikutan copy paste, jangan menulis berita ‘katanya-katanya’,” tegasnya.
“Kunci wartawan sejati adalah menjadikan observasi lapangan sebagai inspirasi dalam membuat berita. Artinya, kita harus melibatkan hakikat manusia," tegasnya.
Terkait maraknya penggunaan berita karya wartawan oleh pihak lain tanpa izin, ia menjelaskan bahwa PWI bersama pemerintah melalui Kemenkum sedang memperjuangkan Protokol Jakarta di forum internasional PBB.
Isinya, mendorong agar produk jurnalistik mendapat hak cipta dan tidak bisa digunakan sembarangan oleh pihak lain untuk mendapatkan keuntungan.
Akhirnya, ia menegaskan pentingnya memperkuat ekosistem pers nasional melalui koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Selama Pekan Pendidikan Wartawan 2025, PWI Lampung juga akan menggelar berbagai kegiatan lain.
Di antaranya Diklat wartawan PWI, Pra UKW, Uji Kompetensi Wartawan selama dua hari, serta ditutup dengan diskusi tentang pajak perusahaan pers. (*)
Akhmad Munir
PWI Pusat
PWI Lampung
Wirahadikusumah
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
