Aktifkan Kembali Angkot dan Bus, Dishub Bandar Lampung Siapkan Skema Subsidi dan Evaluasi Rute

Sulaiman

Sulaiman

bandar lampung

28 Oktober 2025 17:25 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung, Socrat Pringgodanu
Rilis ID
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung, Socrat Pringgodanu

RILISID, bandar lampung — Pemerintah Kota Bandar Lampung mulai melakukan uji coba pengaktifan kembali layanan angkutan kota (angkot) dan bus sebagai bagian dari rencana besar revitalisasi transportasi publik di ibu kota Provinsi Lampung.

Uji coba dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) dengan melibatkan sejumlah pemilik angkot yang kembali beroperasi di beberapa rute.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung, Socrat Pringgodanu, mengatakan kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan Walikota untuk menghidupkan kembali moda transportasi umum yang sejak pandemi COVID-19 mengalami penurunan drastis.

“Setelah COVID-19, angkutan publik di Bandarlampung bisa dikatakan tidak berjalan. Mayoritas masyarakat beralih ke transportasi daring atau kendaraan pribadi. Padahal permintaan untuk mengaktifkan kembali transportasi publik cukup tinggi,” ujar Sokrat.

Uji coba ini bertujuan memetakan kelayakan operasional angkot, termasuk memastikan apakah pengemudi masih dapat memperoleh pendapatan yang memadai. Jika evaluasi berjalan baik, pemilik kendaraan nantinya akan diarahkan menggunakan armada yang lebih layak atau diganti dengan unit baru.

Dishub bersama DPRD Kota Bandarlampung juga tengah membahas kemungkinan pemberian subsidi daerah, baik untuk biaya operasional maupun peremajaan armada.

“Kalau pengusaha angkot belum siap mengganti kendaraan, bisa jadi nanti ada subsidi dari pemerintah daerah. Namun tentu hal ini masih membutuhkan pembahasan dalam APBD,” jelas Sokrat.

Dalam waktu dekat, Dishub akan mengevaluasi ulang seluruh rute angkot yang sebelumnya beroperasi. Rute lama tetap bisa digunakan bila masih relevan, namun pembukaan jalur baru sangat memungkinkan jika terdapat kebutuhan baru di masyarakat.

“Pengaktifan rute akan disesuaikan dengan kebutuhan warga. Kalau rute lama masih sesuai, kita jalankan kembali. Jika perlu rute baru, akan kita kaji,” katanya.

Socrat menegaskan integrasi antara angkot dan bus Trans Bandarlampung menjadi kunci agar kedua moda transportasi tidak saling berebut penumpang, melainkan saling melengkapi.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sulaiman
Tag :

angkot

bandar lampung

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya