Tuding Bikin Jalan Rusak, Warga Dua Kecamatan di Pringsewu Hadang Truk Fuso

Yuda Haryono

Yuda Haryono

PRINGSEWU

23 Februari 2021 00:16 WIB
Daerah | Rilis ID
 Ribuan warga di dua kecamatan masing-masing Banyumas dan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu menggelar unjuk rasa, Senin malam (22/2/2021)./FOTO YUDA HARYONO/RIILISLAMPUNG.ID
Rilis ID
Ribuan warga di dua kecamatan masing-masing Banyumas dan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu menggelar unjuk rasa, Senin malam (22/2/2021)./FOTO YUDA HARYONO/RIILISLAMPUNG.ID

RILISID, PRINGSEWU — Kekesalan warga di dua kecamatan masing-masing Banyumas dan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu memuncak Senin malam (22/2/2021).

Mereka menggelar unjuk rasa dan menghadang truk fuso bermuatan pasir yang melintas di jalanan yang ada di Pekon Banyumas.

Ribuan warga yang berdemonstrasi itu memprotes angkutan pasir milik salah satu perusahaan yang berada Kecamatan Pagelaran Utara. Angkutan perusahaan itu dituding sebagai penyebab kerusakan jalan di dua kecamatan tersebut.

Aris, salah satu warga mengatakan, armada jenis truk fuso itu sering mengangkut pasir melebihi kapasitas sehingga jalan menjadi rusak.

”Kami para pengguna jalan yang menjadi korban akibat jalanan rusak. Ini akibat truk fuso pengangkut pasir yang melebihi kapasitas muatan,” tuding Aris.

Dalam tuntutannya, massa menolak kehadiran truk pengangkut jenis fuso beroperasi di jalan poros arah Banyumas.

”Selain itu, kami juga meminta bertemu direktur utama perusahaan pasir tersebut tanpa diwakili siapapun,” tegasnya.

Sementara, Kepala Pekon Banyumas Wasino saat dikonfirmasi belum mau memberikan tanggapan.

”Maaf mas, saya masih ngobrol sama camat dan Ketua DPRD. Nanti ya,” katanya.

Pantauan Rilislampung.id,  terlihat anggota Polsek Sukoharjo dibantu personil Koramil mengamankan lokasi tempat warga menggelar aksi unjk rasa.(*)

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Wirahadikusumah
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya