Sempat Disindir Warga Lewat Foto, Nanang Akhirnya Kunjungi Jalan Rusak di Tanjungbintang

Ahmad Kurdy

Ahmad Kurdy

Lampung Selatan

16 Februari 2021 16:53 WIB
Daerah | Rilis ID
 Bupati Lamsel Nanang Ermanto saat meninjau Jl. Rayaserdang, Tanjungbintang yang rusak dan sempat viral di medsos, Selasa (16/2/2021)./FOTO ISTIMEWA
Rilis ID
Bupati Lamsel Nanang Ermanto saat meninjau Jl. Rayaserdang, Tanjungbintang yang rusak dan sempat viral di medsos, Selasa (16/2/2021)./FOTO ISTIMEWA

RILISID, Lampung Selatan — Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Nanang Ermanto akhirnya turun langsung meninjau kondisi jalan rusak di Jl. Rayaserdang, Tanjungbintang, Lampung Selatan (Lamsel), Selasa (16/2/2021).

Selain prihatin terhadap kondisi jalan rusak yang meresahkan masyarakat, kedatangannya juga untuk mencari solusi agar jalan yang ada di Lamsel dapat terawat dengan baik. Terlebih, Jalan Raya Serdang sempat viral di media sosial karena ada warga yang mandi lumpur di jalan tersebut.

Baca: Warga Sindir Jalan Rusak Lewat Foto, Nanang: Sabar, Masih Dicari Jalan Keluarnya

Selain faktor alam serta kondisi drainase yang kurang baik, Jalan Raya Serdang yang perlintasannya diperuntukkan kendaraan bermuatan maksimal 8 ton, namun acapkali jalan tersebut dilalui kendaraan dengan tonase di atas 8 ton.

Untuk Jalan Raya Serdang, beban berat yang diperbolehkan melintas tidak melebihi batas tonase 8 ton karena jalan tersebut masuk dalam kategori jalan kelas III yaitu jalan arteri, kolektor, lokal, dan lingkungan yang dapat dilalui kendaraan bermotor dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.100 milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 9.000 milimeter, ukuran paling tinggi 3.500 milimeter, dan muatan sumbu terberat lebih dari 8 ton.

Nanang mengibaratkan, jika manusia disuruh mengangkat beban berat di atas batas kemampuannya, pasti tubuhnya tidak kuat. Demikian halnya dengan jalan yang ukurannya hanya mampu menahan berat maksimal 8 ton, dilintasi dengan kendaraan 20 ton keatas, tentu jalan akan lebih mudah rusak.

"Coba jika badan kita suruh mengangkat beban di luar batas kemampuan, pasti nggak kuat. Demikian juga dengan jalan, jika hanya untuk kendaraan kecil dibawah tonase 8 ton, kemudian dilintasi kendaraan dengan beban 20 ton, jelas mudah rusak jalan tersebut,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Nanang yang di dampingi Plt. Kepala Dinas PU&PR Yani, sempat berdiskusi dengan warga sekitar mengenai penyebab genangan air di jalan tersebut.

Sudiasa, pemilik bengkel vespa yang tinggal persis di depan jalan yang rusak menjelaskan, setiap kali hujan yang cukup deras, jalan tersebut selalu digenangi air. Menurutnya, selain karena faktor hujan yang cukup deras, genangan terjadi juga akibat buruknya drainase.

Untuk mengatasi hal tersebut, Kabid Bina Marga Yudi Siswanto menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan normalisasi "siring gajah" milik PTPN sehingga ketika hujan turun air tidak tumpah ke jalan.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Wirahadikusumah
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya