Selama 1,5 Bulan, Empat Bencana Alam Terjadi di Pesawaran
Darmansyah Kiki
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Sejak Januari 2021 hingga hari ini (16/2/2021), bencana alam yang terjadi di Kabupaten Pesawaran sudah mencapai empat kali. Bencana itu berupa banjir dan tanah longsor lantaran musim penghujan.
Informasi itu disampaikan Sekertaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesawaran Irwandi. Ia menjelaskan, menurut catatan BPBD, bencana alam terjadi kali pertama pada 13 Januari berupa tanah longsor di jembatan Sigerdesa, Gedongtataan. Kemudian pada 25 Januari yakni banjir hingga mengakibatkan jembatan putus akibat meluapnya Wayberulu, di Desa Wiyono serta air menggenangi Polsek Gedongtataan.
Selanjutnya pada 8 Februari berupa angin puting beliung yang terdampak pada lima kecamatan di Pesawaran. Lalu, pada Senin (15/2/2021) banjir di Kecamatan Waylima, Desa Baturaja serta Desa Rawakijing.
Dia menjelaskan, BPBD telah memetakan daerah-daerah yang berpotensi bencana, di antaranya Kecamatan Telukpandan, Padangcermin, Wayratai, Marga Punduh, Punduh Pidada
"Kami mengimbau kepada para camat dan kepada desa untuk mengimbau warganya yang tinggal di bantaran kali untuk waspada," ucapnya.
Menurut Irwandi, cuaca saat ini tidak dapat di prediksi, terlebih saat ini masuk musim penghujan.
"Mudah-mudahan tidak terjadi lagi bencana di kabupaten kita," ungkapnya.(*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
