Pemudik yang Gunakan Pesawat Diprediksi Meningkat 10 Persen

Budi Prasetyo

Budi Prasetyo

Surabaya

3 Juni 2018 21:45 WIB
Daerah | Rilis ID
Ilustrasi pesawat. FOTO: pixabay.com
Rilis ID
Ilustrasi pesawat. FOTO: pixabay.com

RILISID, Surabaya — Pemudik di Jawa Timur yang melewati jalur udara pada Lebaran 2018, diprediksi meningkat sekitar 10 persen dibanding tahun sebelumnya. Demikian dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Wahid Wahyudi.

"Jadi udara dari hasil prediksi, ada peningkatan sekitar 10 persen. Mungkin, itu jadi parameter perekonomian kita lebih baik," ujarnya di Surabaya, Jatim, Minggu (3/6/2018).

Untuk mengantisipasinya, disiapkan 8.713 penerbangan selama Lebaran. Ada pula 56 jadwal penerbangan tambahan untuk rute domestik dan enam penerbangan internasional di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo.

Sementara PT Angkasa Pura, operator Bandara Juanda, menyiapkan ruang tunggu yang cukup untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Di antaranya, memanfaatkan terminal umrah sebagai ruang tunggu pemudik. 

Sedangkan Bandara Abdulrachman Saleh, Malang, disiapkan tiga penerbangan tambahan. "Akan disiapkan, jika perlu tambahan," jelasnya.

Selain penerbangan tambahan, kata Wahid, Dishub Jatim pun menyiapkan 5.900 bus, baik angkutan kota dalam provinsi (AKDP) maupun antarkota antarprovinsi (AKAP). Jumlah itu, belum tambahan bus pariwisata serta armada cadangan sebanyak 8.610 unit. 

"Kereta api disiapkan 726 gerbong kereta api, kapal laut total akan ada 49 kapal dioperasikan. Begitu juga dengan kapal penyeberangan, juga disiapkan 49 kapal. Rinciannya, tiga kapal di Ujung Kamal dan 46 kapal di Ketapang-Gilimanuk," imbuh dia mengurai.

Wahid memprediksi, puncak lebaran bakal terjadi pada H-3 hingga H-1 Lebaran. "Baik di bandara, di pelabuhan, maupun di stasiun," tukasnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya