Parah! Niat Cek Kesehatan, Wartawan Malah Terlantar di RS. Persahabatan
Nailin In Saroh
Jakarta
RILISID, Jakarta — Sejumlah wartawan terlantar saat ingin memeriksaan diri di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, Minggu (15/3/2020). Pemeriksaan ini dilakukan lantaran sebelumnya, para awak media yang bertugas di Kompleks Istana Kepresidenan itu berkontak langsung dengan Menhub Budi Karya Sumadi yang telah dinyatakan positif virus corona atau COVID19.
Para wartawan berkumpul di depan gedung IGD RS Persahabatan setelah sempat diminta untuk mengisi formulir riwayat perjalanan ke daerah terinfeksi. Namun, sejak tiba di rumah sakit sekitar pukul 10.00 WIB, tidak ada satupun dokter yang memeriksanya.
"Tadi kita datang ke IGD, ngisi formulir orang dengan riwayat ke daerah terinfeksi. Abis itu dijelaskan petugas dokter jaga IGD. Peralatannya masih disiapkan segala macam. Belum ada pengecekan sama sekali," ujar wartawan radio MNC Trijaya, Anang Purwanto, Minggu (15/3).
Sementara dilansir dari kumparan, Dirut RS Persahabatan Rita Rogayah menjelaskan pemeriksaan tersebut tidak bisa dilakukan hari ini. Pasalnya pihak RS belum menyiapkan fasilitas untuk lonjakan pasien.
"Karena kami mesti menyiapkan dulu, nggak bisa. Nggak bisa tiba-tiba datang 30 orang," kata Rita saat dihubungi wartawan, Minggu (15/3).
Rita beralasan, RS. Persahabatan tengah menyiapkan strategi terkait lonjakan pemeriksaan COVID-19. Ia berkilah kondisi tidak memungkinkan apabila harus menggabung wartawan yang datang hari ini dengan para pasien yang ada.
"Karena kami baru menyiapkan nih apa strategi. Karena saat ini pasien yang ada. Masa mau digabung," kata Rita.
"Nanti saya umumin deh kasihan wartawan nunggu-nunggu," katanya menambahkan.
Saat ini sejumlah wartawan masih menunggu di RS Persahabatan. Sebagian ada yang memilih untuk memeriksakan diri di rumah sakit lainnya seperti di RSPI Sulianto Saroso. Mereka menuju RSPI karena tak kunjung mendapat kejelasan.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
