NKRI Harga Mati, Wiranto Suruh Camat Jaga Persatuan dan Kesatuan
Anonymous
Minahasa
RILISID, Minahasa — Menkopolhukam, Wiranto, menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Ia pun melibatkan para camat untuk turut menyemai nilai-nilai kebangsaan.
"NKRI harga mati. Dan para camat wajib menjaga itu," kata Wiranto di Minahasa, Sulawesi Utara pada Kamis, 30 Agustus kemarin.
Sekarang ini, kata dia, di Indonesia masih meributkan persatuan, meributkan sesuatu yang tidak perlu, misalnya hoaks, ujaran kebencian dan organisasi terlarang, ini mengherankan.
Padahal, banyak negara yang mengagumi persatuan dan kesatuan Indonesia. Jadi, suatu hal yang tidak benar jika dikabarkan bahwa negeri ini sedang terpecah.
"Indonesia itu satu sebenarnya, jadi kalau ada orang yang mengatakan macem-macem suku bangsa terpecah belah oh tidak. Semua dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika," ungkap dia.
Dalam konteks inilah, menurut Wiranto, peran camat sangat penting. Karena, mereka berhubungan langsung dengan kepala desa, dan masyarakat di bawah.
"Jadi, Pak Mendagri tadi sudah mengutarakan dimana sekarang posisi peran kecamatan dalam konteks NKRI, dalam konteks desentralisasi," tambah Wiranto.
"Apakah camat terus tunggu perintah dari atas, itu namanya sentralisasi. Apakah camat petunjuk dari atas, namanya sentralisasi. Camat mempunyai suatu keleluasaan secara berjenjang dari atas ke bawah untuk mengatur wilayahnya sendiri," katanya.
Camat, kata dia, tidak sekedar aparatur pemerintahan. Tapi juga penjaga NKRI. Camat adalah tangan negara. Lewat camat, negara dihadirkan di tengah masyarakat.
"Saya hanya ingin mengingatkan bagaimana peran camat dalam konteks NKRI menghadapi satu tantangan global. Menghadapi satu persaingan global. Kita harus bersatu," ungkap dia.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
