Menteri Positif Corona, Presiden Perlu Diperiksa Intensif Juga
Nailin In Saroh
Jakarta
RILISID, Jakarta — Anggota Fraksi Demokrat DPR Irwan, menyebutkan ancaman virus corona semakin nyata dan bukan hoaks. Menyusul, diumumkannya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi positif terinfeksi virus corona.
"Tidak perduli rakyat miskin ataupun pejabat semua punya potensi. Indonesia tidak kebal dengan virus ini, sama dengan negara-negara lain yang sudah duluan rontok karena COVID-19 ini," ujar Irwan, Minggu (15/3/2020).
Diketahui, sebelumnya sempat ada anggapan bahwa Indonesia kebal akan virus corona. Bahkan, Menteri Kesehatan Terawan pun mengatakan, selain imunitas yang baik, doa turut membantu menjaga warga Indonesia dari serangan virus yang muncul dari Wuhan, Cina, itu.
Namun tak lama kemudian, Presiden Jokowi justru mengumumkan dua orang dinyatakan virus corona pada 3 Maret lalu. Penyebarannya pun meluas hingga hari ini tercatat 96 orang terinfeksi, dengan 5 orang meninggal dunia.
Anggota Komisi V DPR RI yang bermitra dengan kementerian perhubungan itu melanjutkan, dengan adanya salah satu anggota kabinet yang positif corona maka perlu pemeriksaan yang intensif pula pada anggota kabinet yang lain. Termasuk Presiden Joko Widodo.
"Ini menyangkut keselamatan para pejabat dan pemimpin kita. Jika memang diperlukan isolasi berdasarkan tim kesehatan ya itu harus dilaksanakan," tegas politisi Demokrat itu.
Dengan kondisi yang semakin mengkhawatirkan ini, Irwan menambahkan, sudah saatnya pemerintah berani menyatakan Indonesia lockdown. Terutama kota-kota yang sebaran suspectnya merata.
"Apalagi melihat signifikansi peningkatan pasien yang positif terinfeksi corona tiap harinya," tandasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
