Menpar Sandiaga Dukung Megaproyek Bakauheni Harbour City
Ahmad Kurdy
Lampung Selatan
Kedua, sebagai enabler, di mana ASDP berperan menyediakan layanan reguler untuk aktivitas sehari-hari.
"Dan ketiga, sebagai active player, di mana ASDP berkontribusi terhadap pengembangan pariwisata dengan menyediakan konektivitas dan amenities," jelasnya.
Berdasarkan data ASDP, dari total 49 juta yang dilayani di seluruh Indonesia, lintasan Merak-Bakauheni memiliki kontribusi sebesar 42,2 persen atau sekitar 20,7 juta penumpang yang menyeberangi Selat Sunda setiap tahunnya.
"Sehingga, ada potensi yang sangat besar di sini, utamanya dalam pengembangan sektor pariwisata," ujar mantan Wagub DKI Jakarta ini.
Terlebih Bakauheni dikelilingi ragam objek wisata, mulai dari sejarah, alam dan pariwisata minat khusus. Juga ada Menara Siger, yang menjadi salah satu zona pariwisata utama di Lampung yang fokus pada budaya dan pendidikan.
Adapun pengembangan kawasan Menara Siger ini akan terintegrasi dengan masjid yang ditargetkan mulai dibangun tahun 2021.
"Dengan hadirnya Bakauheni Harbour City ini, kami targetkan kawasan Bakauheni dapat menjadi destinasi pariwisata berskala internasional. Bakauheni bukan hanya sebagai pelabuhan penyeberangan, tetapi juga menjadi lokasi wisata baru dan menjadi favorit wisnus maupun wisman," Ira menambahkan.
Selain itu, Bakauheni Harbour City juga akan menjadi Creative Hub dengan konsep kekinian di wilayah Lampung yang menyediakan tempat bagi komunitas-komunitas kreatif sekaligus menjadi inkubator bisnis industri kreatif.
Kemenparekraf juga meyakini banyak anak-anak muda dengan karya kreatifitas tinggi di wilayah Bakauheni dan sekitarnya yang berpotensi untuk dikembangkan.
Kawasan yang akan dibangun di atas lahan seluas 214 hektare tersebut ditarget menjadi kawasan pariwisata tepi laut terbesar dan berkelas dunia yang berada di Sumatera.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
