Manggis Tana Toraja Siap Tembus Pasar Global
Anonymous
Tana Toraja
RILISID, Tana Toraja — Di samping keindahan alam yang luar biasa, alam Kabupaten Tana Toraja menghasikan beraneka buah-buahan. Manggis salah satunya.
Pada 2017, tanaman manggis tumbuh di lahan seluas 60 hektare dengan produksi sebesar 4.500 kilogram. Hasil panen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta hotel dan restoran setempat.
Manggis yang dihasilkan memiliki ciri-ciri daging buah tebal, kulit berwarna hitam keunguan, dan rasanya manis. Pohon berbuah saat berusia 5-7 tahun. Dalam satu tahun saat panen raya pada Juli, dapat menghasilkan 100 kilogram per pohon.
Besarnya potensi tersebut, mendorong Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian untuk meningkatkan kualitasnya. Dengan begitu, bisa merambah pasar mancanegara.
Direktur Buah dan Florikultura Ditjen Hortikultura Kementan, Sarwo Edhy, menerangkan, ekspor manggis ke Cina mengalami peningkatan dengan dibukanya keran kerja sama. Pada 2017 hingga Juni 2018, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), volume ekspor menembus 38 ribu ton atau senilai Rp316 miliar.
"Pasar ekspor manggis semakin terbuka. Tidak hanya untuk negara Cina, tapi saat ini sudah mulai dibuka akses pasar manggis untuk negara-negara Eropa," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tana Toraja, Harris Paridy, menyatakan, manggis dari daerahnya siap menembus pasar global. Hal tersebut, berdasarkan mutu dan produktivitasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
