Lewat Uji Kinesiologi, Kementan Sosialisasikan Manfaat Pangan Lokal
Anonymous
Bangli
RILISID, Bangli — Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) kembali menggelar praktik dan uji manfaat pangan lokal bagi stamina tubuh. Kegiatan teranyar diadakan di Pelataran Gunung Batur, Kabupaten Bangli, Bali, Jumat (14/9/2018).
“Praktik dan uji manfaat pangan lokal ini, merupakan salah satu upaya mendorong pangan lokal sebagai sumber energi bermanfaat bagi stamina tubuh wisatawan yang mendaki Gunung Batur atau naik ratusan tangga ke pura. Badan menjadi enteng dan tidak akan lelah," ujar Dirjen Hortikultura, Suwandi, sela acara.
Kegiatan tersebut, menurutnya, sebagai ajang promosi dan menyebarluaskan warisan nenek moyang. Dus, sejalan dengan misi Kementan, menjadikan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia 2045.
“Pangan lokal Indonesia dipercaya memiliki keunggulan dan manfaat lebih baik dibandingkan pangan impor. Hal ini, dikarenakan pangan lokal dibudidayakan dengab benih lokal yang bagus, ditanam di wilayah bentang khatulistiwa yang kaya akan sinar matahari, dan ditanam petani yang beragam antarwilayah dan budaya yang dilakukan secara harmoni,” urainya.
“Rakyat Indonesia menerapkan prinsip harmoni dengan alam dan sesama manusia. Inilah yang paling menentukan dan membedakan hasil pangan lokal dengan pangan negara lain,” imbuh dia.
Suwandi pun berharap, peserta sosialisasi selanjutnya menjadi pelatih bagi petani, pemandu wisata, dan menyosialisasikan manfaat pangan Indonesia kepada wisatawan asing yang berkunjung ke Bangli dan Bali.
“Ke depan, Bali akan menjadi tuan rumah festival kopi internasional. Karena itu, teknik kinesiologi ini dapat menjadi salah satu promosi produk pertanian Indonesia di forum tersebut,” yakinnya.
Kegiatan turut dihadiri Bupati Bangli, Made Gianyar, serta sejumlah elemen. Di antaranya, Dinas Pertanian Kabupaten se-Bali, Dinas Pariwisata, KTNA, asosiasi hortikultura, petani, dan pemandu wisata.
Made memastikan, akan menindaklanjuti acara dengan melatih pemandu wisata agar terampil memeragakan pangan lokal. “Kami juga mengajak generasi muda untuk bertani modern dan mampu menyajikan pangan lokal secara baik," katanya.
Sedangkan ahli kinesiologi, Dr. Hanson, menjelaskan lima teknik meningkatkan kualitas stamina tubuh. Yakni, bernafas seperti bayi, memperbaiki posisi tubuh, senyum, ikhlas dan bersyukur, serta bahagia dengan memberi.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
