Kekeh Tak Mau Lockdown di Tengah Ancaman Corona, Ini Alasan Pemerintah
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Pemerintah tetap tak mau melakukan lockdown (menutup kota atau negara) di tengah ancaman virus corona atau Covid-19 yang telah masuk ke wilayah Indonesia.
Menurut Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, langkah itu belum perlu dilakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Terawan beralasan, langkah-langkah preventif seperti menjaga kesehatan dan kebersihan adalah yang utama dalam menangkal virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, Cina, tersebut.
"Tidak ada lockdown. Sudah dikasih tahu apa yang dilakukan adalah preventif, pencegahan, membersihkan lingkungan dalam beribadah," kata Terawan di masjid Istiqlal Jakarta, Jumat (13/3/2020).
Dia menegaskan, jaga imunitas tubuh adalah yang paling utama dalam mencegah penularan Covid-19. Justru ketika seseorang panik, kata dia, maka akan menghancurkan imunitas.
"Rasa takut semua menurunkan imunitas kita, dan itu berbahaya. Apa yang dibangun negara lain, negara yang mulai bangkit dari Covid-19 adalah membangun imunitas psikologis rakyatnya. Teman-teman di negara lain mulai mendorong optimistis sehingga imunitasnya naik," ujar Terawan.
Seperti diberitakan, sudah ada beberapa negara yang melakukan lockdown wilayah negaranya, seperti Italia, Denmark, Filipina hingga Irlandia.
Sementara pemerintah Cina mengunci kota Wuhan dan beberapa kota di dekatnya yang menjadi lokasi episentrum Covid-19. Kemudian Korea Selatan melakukan lockdown terhadap kota metropolitan Daegu.
Terawan mengatakan, Kemenkes bersama dengan TNI, BNPB serta kementerian lain berjuang bersama dan bersatu menghadapi pandemi yang dialami dunia.
"Percaya deh, semua banting tulang jangan sampai pandemi ini membuat kita menderita sekali kita yakin bisa dibebaskan dari ini semua dengan perjuangan yang keras bersama, tidak ada yang diuntungkan dari kondisi pandemi ini," tegas Terawan.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
