Kali Kedua KPK Datangi Pemkot Bandarlampung, Ada Apa?
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI kembali menyambangi Pemerintah Kota Bandarlampung, Selasa (28/8/2018).
Padahal pada Rabu (28/2/2018), lembaga antirasuah itu telah datang dan menemui kepala daerah yang saat itu dipimpin Plt. Wali Kota, M. Yusuf Kohar.
Usut punya usut, rombongan KPK yang dipimpin Koordinator Wilayah II Sumatera Bidang Pencegahan KPK RI, Adlinsyah Nasution, kali ini punya misi khusus.
Yang menarik, KPK harus menyampaikan langsung tujuan kedatangannya ke Wali Kota Bandarlampung, Herman HN.
Usai pertemuan, Adlinsyah menjelaskan misi khusus itu adalah meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bandarlampung.
"Saya waktu itu datang kan beliau (Herman, Red) sedang cuti. Makanya saya usahakan agar bertemu langsung. Ini bentuk membangun sistem dengan pemkot, mencegah proses belanja dan penerimaan agar tidak ada masalah," tegas Adlinsyah di ruang rapat wali kota.
Dia memaparkan, pihaknya sudah menyarankan kepada pemkot agar menggenjot PAD yang kerap kali bocor. Caranya dengan menggunakan kecanggihan teknologi berupa tapping box.
"Alat ini terhubung dengan cash register yang terkoneksi dengan jaringan Bapenda. Jadi setiap sore berapa jumlah pendapatannya ketahuan. Berbunyi jika dimatikan. Tugas Pemkot untuk memeriksa perangkat tidak berfungsi," bebernya.
Adlinsyah menuturkan, tapping box sudah digunakan di beberapa kota di Indonesia dan terbukti mendongkrak PAD. Dia mencontohkan Batam dan Riau.
”Nanti kita kerjasama dengan bank daerah agar menyewakan alat ke pemkot. Kita juga minta pemkot menerapkan e-planning dan e-budgeting atau sistem online lainnya," tuturnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
