Kabar ISIS Bakal Serang Indonesia, TNI/Polri dan BIN Diminta Antisipasi Ancaman Tersebut
Nailin In Saroh
Jakarta
Alasannya, akan ada serangan teroris di Indonesia. Karena travel advice itu pula, staf konsulat jenderal Australia di Surabaya tidak menghadiri acaranya di Universitas Airlangga.
Setelah itu, dari Washington, AS, dilaporkan pada Jumat, 24 Agustus, bahwa otoritas intelijen setempat menetapkan tiga orang dari Asia Tenggara sebagai teroris.
Mereka diduga merekrut orang lain bergabung dengan ISIS. Satu dari tiga orang itu berkewarganegaraan Indonesia, berinisial MKYF.
"Profil tiga orang ini terlihat dalam video ISIS pada Juni 2016, saat algojo ISIS memenggal tiga sandera," jelas mantan Ketua Komisi III DPR itu.
Bamsoet mengakui memang belum ada kepastian akan kaitan kejadian tersebut. Namun menurutnya, Polri, TNI dan BIN patut menggarisbawahi dan memberi respons terukur.
Apalagi, tambah dia, setelah Asian Games 2018, Indonesia kembali menjadi tuan rumah pertemuan tahunan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF).
Rencananya diselenggarakan pada Oktober 2018 di Bali. Forum ini akan dihadiri 18.000 anggota delegasi dari 189 negara, termasuk 10 pemimpin ASEAN.
"Semua potensi ancaman harus dieliminasi sejak dini," tukas Bamsoet
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
