KSP Pantau Korban Tenggelam Danau Toba dari Jakarta
Anonymous
Jakarta
Ia tak mau ada lagi peristiwa seperti yang menimpa KM Sinar Bangun. Sejumlah regulasi akan dipastikan ditambah, dan yang ada diperketat pengawasannya.
"Dengan pengalaman yang kurang baik, Kami mengimbau pemerintah daerah yang mengelola pelabuhan untuk meningkatkan keselamatan. 'Safety' yang harus dilakukan ada tiga hal. Pertama, memastikan kapal-kapal tersebut sehat berjalan dengan baik, menetapkan mesin yang baik, kapasitas yang baik," ujar Budi Karya Sumadi di Jakarta, Rabu.
Dari Danau Toba, dikabarkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara Riyadil Akhir Lubis mengatakan, pihaknya telah mendapatkan koordinat yang diperkirakan menjadi lokasi keberadaan kapal tenggelam tersebut.
Meski demikian, tim gabungan belum menemukan bangkai kapal tersebut.
Dalam waktu dekat, tim gabungan akan menurunkan tim khusus, termasuk pasukan marinir yang memiliki kemampuan di air untuk menyelam di koordinat tersebut. "Setidaknya mereka akan menyelam hingga kedalaman 200 meter," ujar Riyadil.
KM Sinar Bangun yang mengangkut puluhan penumpang dilaporkan tenggelam di perairan Danau Toba, antara Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir dan Desa Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (18/6), sekitar pukul 17.30 WIB.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
