KLB Corona, Politisi PDIP: Kurangi Berkumpul dan Konsumsi Jamu

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

15 Maret 2020 10:55 WIB
Nasional | Rilis ID
M  Nabil Haroen (Gus Nabil). FOTO: Istimewa
Rilis ID
M Nabil Haroen (Gus Nabil). FOTO: Istimewa

RILISID, Jakarta — Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Muchamad Nabil Haroen, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Surakarta yang menyatakan status Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat penyebaran virus corona (COVID-19). Diketahui, Wali kota Surakarta FX Hadi Mulyadi menetapkan Solo sebagai KLB pada Jumat malam (13/3/2020). 

"Saya mengapresiasi pemerintah kota Surakarta yang bergerak cepat dan terbuka mengumumkan status KLB, meski konsekuensinya besar. Tapi, langkah cepat ini lebih baik daripada menunda, sehingga ada tindakan-tindakan pencegahan dan penanganan yang baik," ujar Nabil dalam keterangan yang diterima Minggu, (15/3).

Untuk mendukung tim medis dan pemkot Surakarta, Nabil pun langsung meninjau lokasi penanganan dan tim kesehatan.

"Saya langsung meluncur ke Surakarta pada Sabtu pagi (14/3) untuk mengetahui lebih detail apa yang terjadi, berinteraksi dengan warga serta berkunjung ke RS Moewardi," katanya. 

Kunjungan tersebut, lanjutnya, untuk mencari solusi penanganan, serta mendukung tim kesehatan dan pemerintah dalam menangani pasien-pasien yang terdampak COVID-19. 

Legislator yang kerap disapa Gus Nabil ini mengungkapkan, penanganan pasien positif COVID-19 di RS Moewardi sudah dilakukan sesuai dengan standar protokol WHO. Ketersediaan ruang isolasi pun juga mencukupi. 

"Hanya saja persediaan APD, khususnya masker-menipis, karena tidak ada pasokan dari vendor. Rentang habis APD tinggal 1 bulan lagi," katanya. 

Gus Nabil pun meminta masyarakat untuk menahan diri, menjaga diri agar tidak tertular sekaligus tidak menyebarkan virus corona. 

"Caranya bagaimana? Mengurangi aktifitas berkumpul dengan kolega, teman, atau keluarga dalam jumlah massal," terang dia.

"Harus ada skala prioritas, sebisa mungkin menghindari kontak fisik dengan orang lain untuk mengurangi penyebaran virus. Tentu saja harus pada skala yang normal, sehingga tidak mengganggu kewajiban pekerjaan/mencari nafkah," kata Nabil menambahkan. 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya