Jualan di Kelapa Gading Square, Omzet Petani Tembus Rp93 Juta

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

15 September 2018 12:30 WIB
Nasional | Rilis ID
Acara Pasar Tani yang diadakan di Kelapa Gading Square, Jakarta Utara. FOTO: Dok Kementan.
Rilis ID
Acara Pasar Tani yang diadakan di Kelapa Gading Square, Jakarta Utara. FOTO: Dok Kementan.

RILISID, Jakarta — Petani buah merasakan manfaat berjualan di Pasar Tani yang diadakan di Kelapa Gading Square, Jakarta Utara, saat Event Hayday, 7-16, September 2018. Bahkan, omzet yang diraup mencapai Rp93 juta pada kegiatan bertema "Panen Buah Lokal" itu.

Andri, petani nanas dan buah naga asal Subang merasakan betul manfaat dari keikutsertaan pasar tani ini. Dirinya menyampaikan momen ini menjadi peluang bisnis untuk berjumpa dengan calon mitra. 

"Alhamdulillah, dengan ikut serta Pasar Tani ini, saya bisa ekspansi penjualan keluar dari wilayah Kabupaten Subang. Saya juga bisa bertemu dengan calon mitra yang akan mengajak kerja sama," ujar petani nanas dan buah naga, Andri di sela-sela acara tersebut, kemarin.

Selain produk pertanian segar, terdapat pula produk olahan pada kegiatan tersebut. Misalnya, olahan pisang tempe, dodol betawi, madu mutiara, kerupuk bangka dari Sinjaya Babel, olahan cabe dari Momycut.

Dijual juga aneka kopi dari Apik Coffee DKI, olahan cokelat dari Cokalatin BSD, olahan jagung dari OK-OCE Jakarta Barat, olahan khas betawi OK-OCE Jakarta Timur dan Jakarta Pusat, serta telor bebek dari OK-OCE Jakarta Utara.

Andri pun berharap, terus dilibatkan dalam berbagai kegiatan serupa ke depannya. "Mohon Pasar Tani bisa berkembang dan hidup kembali dengan pemerintah pusat, khususnya Direktorat Jenderal Hortikultura sebagai pembina di pusat," imbuh dia.

Sementara itu, Ketua Pasar Tani Kementerian Pertanian (Kementan), Wihartati Dwiningsih, menyatakan, Pasar Tani bertujuan memotong jalur pemasaran produk pertanian dari petani ke konsumen. Produk-produk yang dipasarkan pun lebih segar dan berkualitas, karena langsung dibawa oleh petani.

Manfaat lainnya, konsumen memperoleh aneka produk dengan "harga miring". Petani juga diuntungkan dari berbagai sisi, seperti memasarkan produknya langsung dan peluang bisnis makin luas.

"Pengurus Pasar Tani pusat bisa bekerja sama dengan ketua Pasar Tani wilayah contoh Kabupaten bandung, Provinsi Jabar, Yogya, Bali, dan sekitarnya. Pasar Tani juga bisa mengoordinir para petani dan pelaku usaha, bisa gabung memasarkan produknya langsung terhadap pembeli atau pengunjung secara langsung," bebernya. 

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ditjen Hortikultura Kementan, Yasid Taufik melanjutkan, pihak mendukung penuh pola kemitraan yang diterapkan Pasar Tani. 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya