Jokowi-Prabowo Berpelukan, Sekjen PDIP: Politik Jadi Sejuk

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

30 Agustus 2018 12:59 WIB
Nasional | Rilis ID
FOTO: Istimewa
Rilis ID
FOTO: Istimewa

RILISID, Jakarta — Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto angkat bicara mengenai momentum kebersamaan Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla, Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, Puan Maharani, dan Safruddin yang hadir dalam laga Pencak Silat Asian Games.

Menurutnya, olahraga dapat menurunkan tensi politik yang sedang memanas. Momentum itu, kata dia, menjadi kejutan dan gambaran nyata bagaimana olah raga telah menyatukan para pemimpin. 

“Politik menjadi sejuk, apapun yang namanya perjuangan membawa nama harum bangsa Indonesia tidak membedakan suku, agama, warna kulit, status sosial, maupun gender. Untuk keharuman bangsa semua pimpinan nasional bersatu, apapun partai dan calon presidennya," kata Hasto dalam keterangnnya di Jakarta, Kamis (30/8/2018).

Hasto menilai, olahraga mengajarkan sportivitas, kejujuran, unjuk prestasi, dan ketaatan pada aturan main. Ia pun berharap agar nilai-nilai olahraga juga masuk dalam politik sehingga proses Pemilu 2019 berjalan damai.

"Inilah semangat olah raga yang seharusnya merasuk dalam politik. Politik pun harus mengejar prestasi melalui gagasan-gagasan terbaik untuk Indonesia Raya. Mereka yang melakukan kecurangan, kampanye hitam, dan ujaran kebencian, termasuk hoax, sama saja dengan mematikan keadaban bangsa dan sudah selayaknya dihukum oleh ‘wasit politik’, yaitu rakyat Indonesia. Rakyatlah yang bertindak sebagai wasit dan hakim pemilu yang paling adil," terang Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf Amin itu.

Sebelumnya, Atlet pencak silat peraih emas Hanifan Yudani Kusumah menciptakan momen luar biasa dengan memeluk Presiden Jokowi dan Ketum PB IPSI Prabowo Subianto sekaligus. Hanifan punya pesan untuk pendukung keduanya pada Pilpres 2019.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sukma Alam
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya