Indonesia Harus Kelola Bencana Jika Jadikan Pariwisata Sektor Devisa
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Anggota Komisi X DPR RI, Putu Supadma Rudana menilai, penanganan evakuasi korban bencana gempa Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu belum optimal.
Padahal, seharusnya hal tersebut bisa tertangani dengan baik, mengingat Indonesia adalah negeri yang rawan terjadi bencana.
"Kalau kita sudah menjadikan sektor pariwisata sebagai devisa negara jangka panjang, seharusnya bencana bukan lagi masalah besar," kata Putu di Kompleks Parlemen Jakarta melansir laman dpr.go.id pada Kamis (30/8/2018).
Menurut dia, Indonesia harus bisa mengelola potensi-potensi bencana, sehingga mampu secara cepat melangsungkan evakuasi, recovery atau memindahkan wisatawan mancanegara ke destinasi lain.
Maka dari itu, lanjut politisi Partai Demokrat itu, jika ingin menjadikan Indonesia negara destinasi, dibutuhkan langkah strategis dan proaktif.
Salah satunya adalah menjadikan sektor pariwisata bukan hanya tugas Kementerian Pariwisata, tetapi sudah kebijakan pemerintah pusat agar pariwisata memiliki ketahanan sebagai penyumbang devisa negara.
"Kalau sudah menetapkan pariwisata menjadi pendapatan terbesar di negeri ini, konsepnya harus dibangun secara komprehensif. Tidak bisa lagi hanya secara parsial. Misalnya ada command center tourism yang dikelola dengan baik,” jelasnya.
Putu juga menyampaikan kritiknya atas empati negara terhadap bencana Lombok dengan penyelenggaran Asian Games.
"Empati dalam suka dan duka ini jauh sekali. Untuk Asian Games negara mengeluarkan hampir Rp1 triliun. Sementara untuk gempa Lombok, disampaikan Kemenpar hanya Rp17 miliar. Empati dalam duka ini sangat kurang," jelas dia.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
