Gubernur NTB Ceritakan Kisah Lucu Para Pejabatnya yang Trauma Gempa
Anonymous
Lombok
RILISID, Lombok — Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi, menceritakan sejumlah cerita lucu yang dialaminya dengan para pejabat di jajaran Pemerintah Provinsi NTB pasca-kejadian gempa.
Katanya, setelah gempa, kalau ada rapat, para pejabat itu masih takut-takut duduk di depan. Semua saling berdesakkan duduk di dekat pintu.
"Ada suara kursi saja semua pada berloncatan. Padahal badan besar. Lalu, kalau solat Jumat, biasanya yang jadi shaf favorit itu di depan, sekarang di belakang dekat pintu," tutur TGB di kantornya saat menyambut kedatangan Mendagri Tjahjo Kumolo, Selasa (28/8/2018).
Bencana gempa yang terjadi di Lombok belum lama ini, kata dia, membuka jati diri seseorang yang sebenarnya. Kata dia, terlihat siapa saja dari birokrat-birokrat ini yang egois dan betul-betul peduli.
"Sepertinya, para birokrat ini harus diikutkan juga trauma healing," ujar TGB.
Dalam laporannya ke Mendagri, TGB menjelaskan, secara keseluruhan penyelenggaraan pemerintah di NTB berjalan normal. Meski banyak gedung pemda yang rusak, namun pelayanan publik tak ada masalah.
"Ahamdulillah, Pemda masih berfungsi dengan segala kedaruratannya tetap bekerja,"katanya.
Kabupaten Lombok Utara, menurut TGB memang yang paling parah. Di sana semua kantor dinas tak bisa dipakai lagi. Begitu juga dengan kantor Bupati, rusak parah. Memang ada yang tampak utuh. Tapi di dalamnya rusak berat.
"Di Lombok Utara, tak ada kantor pemerintahan yang bisa dipakai lagi," katanya.
Namun yang membuatnya salut, Bupati Lombok Utara dan jajarannya tetap berdedikasi melayani masyarakat. Mereka kini mendirikan kantor darurat di tenda-tenda dan kontainer hasil sumbangan.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
