Diduga Ancam Eni Saragih, Ini Bantahan Setnov
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Mantan Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto membantah telah mengancam Eni Maulani Saragih, mantan bendahara Munaslub partai yang juga tersangka kasus suap proyek PLTU Riau 1.
Menurutnya, pertemuan dengan Eni di Rutan KPK hanya untuk menanyakan kebenaran adanya aliran dana suap PLTU Riau-1 ke acara Munaslub Partai Golkar sekaligus membesarkan hati Eni.
"Ini kan anak buah saya namanya anak buah kan saya merasakan jadi saya membesarkan hati," papar Setnov sebelum bersaksi untuk terdakwa Irvanto Hendra Pambudi terkait kasus korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018).
Saat menemui Eni, pria yang kerap disapa Setnov itu mendengar Eni punya bukti aliran uang suap PLTU Riau-1 untuk Munaslub Golkar.
"Saya cuma tanya aja apakah benar ada dana dari Golkar, yang dari Eni masuk ke Munaslub. Menurut Mba Eni ada pada buktinya," katanya.
Kendati begitu Setnov menegaskan tidak ada perintah darinya agar Eni mengamankan proyek PLTU Riau 1.
"Engga ada. Engga ada," jelasnya.
Sebelumnya, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan adanya indikasi intimidasi oleh Setya Novanto kepada tersangka suap PLTU Riau 1 Eni Maulani Saragih.
Menurut Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, hal itu bisa diketahui penyidik lantaran pihak KPK sudah mengantongi CCTV yang ada di rutan.
"Kalau pertanyaan sempat ada pertemuan antara Setya Novanto dengan tersangka EMS di rutan, memang benar ada pertemuan tersebut dan kami sudah mengidentifikasi karena seluruh kawasan bisa dilihat CCTV," kata Febri.
Ia menyampaikan sejauh ini penyidik sudah mengetahui apa saja yang disampaikan Setya Novanto kepada Eni.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
