Demokrat Angkat Bicara Soal Berita Asia Sentinel yang Menuding SBY

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

17 September 2018 14:55 WIB
Nasional | Rilis ID
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Panjaitan memberikan keterangan kepada media. FOTO: RILIS.ID
Rilis ID
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Panjaitan memberikan keterangan kepada media. FOTO: RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Partai Demokrat melaporkan media asing Asia Sentinel ke Dewan Pers. Di mana, telah dimuat artikel yang menuding ketua umumnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terlibat dugaan pencucia uang Rp177 triliun selama 10 tahun menjabat sebagai presiden.

Sekjen Demokrat, Hinca Panjaitan, menyayangkan pemberitaan tersebut. Apalagi, banyak media lokal yang melansir artikel yang diberitakan Asia Sentinel. Padahal, selama 10 tahun memimpin SBY dinilai tak pernah menyakiti pers.

"Mungkin pemberitaan Asia Sentinel tidak menjadi apa-apa jika tidak disebarkan di Indonesia, jika tidak di 'copy paste' dan jika dikonfirmasi lebih dulu oleh teman-teman (media) di Indonesia," ujar Hinca saat melaporkan aduan ke Dewan Pers di Jakarta, Senin, (17/9/2018).

Menurut Hinca, media asing Asia Sentinel menulis berita beropini dengan mengaitkan kasus Century dengan SBY dan Demokrat. Kemudian berita berisi itu, kata dia, dikutip begitu saja oleh sejumlah media Indonesia tanpa konfirmasi.

Hinca juga menuturkan, bahwa SBY telah menyatakan jika benar SBY menerima dana Century maka dirinya siap ditangkap dan mengembalikan uang itu.

Demokrat menilai, pemberitaan Asia Sentinel penuh kejanggalan. Pasalnya, isi berita merujuk pada persidangan perkara perdata di negara Mauritus yang tidak bisa dikonfirmasi registrasinya.

Kemudian, isi berita yang mengaitkan dana Century dengan Demokrat dan SBY ditulis berupa opini penulisnya. Lalu, laman berita Asia Sentinel juga tidak mencantumkan alamat jelas serta nomor kontak media tersebut. Yang ada hanya sebuah alamat email.

Hinca mengungkapkan, setelah pemberitaan itu viral dan Demokrat mengklarifikasi, laman asli berita yang ditulis Asia Sentinel sempat hilang di internet dengan kode "404 not found".

Setelahnya kembali muncul dengan berbagai perbaikan dan sebuah kutipan Ketua Advokasi Demokrat Ferdinand Hutahaean seolah-olah media itu telah melakukan wawancara dengan Ferdinand.

Pemberitaan Asia Sentinel yang sempat hilang dan muncul kembali, kata Hinca juga berganti judul yaitu menyatakan berita Asia Sentinel menjadi viral di Indonesia.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya