Anies Tutup Akses Kedatangan Orang Luar, Jakarta Lockdown?
Nailin In Saroh
Jakarta
RILISID, Jakarta — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengambil kebijakan untuk menutup tempat wisata dan hiburan milik Pemprov DKI selama dua pekan, menyusul menyebarnya wabah COVID-19 di DKI Jakarta.
Bahkan, hari ini Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mengatakan Jakarta sudah perlu untuk menutup akses kegiatan dari dalam maupun kedatangan orang.
"Jakarta sudah perlu menutup kegiatan-kegiatan baik di dalam maupun di luar, kedatangan orang dari dalam dan luar Jakarta," ujar Anies di Jakarta, Minggu (15/3/2020).
Anies menilai Jakarta sudah seharusnya bertindak cepat. Namun keputusan tersebut harus dikonsultasikan kepada Kepala BNPB dalam penanganan COVID-19.
Sementara, Peneliti ekonomi Indef Bhima Yudhistira mengatakan pemerintah jangan terburu-buru mengambil keputusan untuk melakukan lockdown di Jakarta. Pasalnya bisa berdampak bahaya terhadap perekonomian.
"Jangan terburu buru lockdown apalagi DKI Jakarta. Dampak ke ekonomi bisa berbahaya," ungkap Bhima dikutip dari detikcom, Minggu (15/3).
Bhima menjelaskan bahwa dengan lockdown, Jakarta bisa kekurangan pasokan kebutuhan pokok, utamanya pangan. Dia menyebut Jakarta sangat mengandalkan bahan pangan dari luar daerah.
"Karena arus barang yang masuk terganggu. Jakarta mengandalkan sebagian besar bahan pangan dari luar daerah," kata Bhima.
Diketahui, WHO sendiri telah mengumumkan wabah Corona sebagai pandemi. Sejumlah negara juga telah melakukan lockdown daerah-daerah yang diduga menjadi pusat penularan. Meski demikian, Presiden Jokowi mengatakan RI belum berpikir untuk lockdown.
"Belum berpikir ke arah sana," kata Jokowi dalam konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (13/3).
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
