Anggarkan Rp48 M untuk 524 Huntap Korban Tsunami

Agus Pamintaher

Agus Pamintaher

Lampung Selatan

22 April 2020 20:11 WIB
Daerah | Rilis ID
Plt Bupati Lamsel, Nanang Ermanto rakor dengan BNPB melalui video conference di Rumdin Bupati bahas huntap korban tsunami. Foto: Diskominfo Lampung Selatan
Rilis ID
Plt Bupati Lamsel, Nanang Ermanto rakor dengan BNPB melalui video conference di Rumdin Bupati bahas huntap korban tsunami. Foto: Diskominfo Lampung Selatan

RILISID, Lampung Selatan — Pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi korban tsunami Selat Sunda, 22 Desember 2018 lalu. Warga terdampak tsunami di sembilan desa yang ada di pesisir pantai Kabupaten Lampung Selatan, segera dibangunkan rumahnya tahun ini.

 Hal tersebut setelah Plt Bupati Lamsel, Nanang Ermanto bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB) menggelar Rapat Koordinasi (Rakoor) melalui aplikasi Video Conference di Rumah Dinas Bupati, Rabu (24/4/2020).

Nanang mengatakan, sesuai arahan pemerintah pusat, pembuatan huntap harus memberdayakan masyarakat setempat. 

“Meskipun ditengah pandemi corona saat ini, bukan berarti rencana pembuatan huntap berhenti. Kita terus jalan dan proses pembebasan lahan sudah hampir selesai,” kata Nanang.

Nanang menambahkan, proses sudah sampai pada tahap penetapan surat keputusan (SK) calon penerima hibah. Pembuatan huntap akan dilaksanakan oleh kelompok masyarakat (pokmas) dengan sistem swakelola. 

“Pengerjaannya secara swakelola dengan dibantu pokmas di masing-masing desa. Ini semua tentunya sesuai dengan arahan pemerintah pusat,” imbuh Nanang. 

Sementara itu, Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah Lamsel, Thamrin menjelaskan, proses pembebasan lahan untuk 524 huntap membutuhkan lahan seluas 79.000 meter persegi. Sementara lahan yang tersedia seluas 46.000 meter persegi dan masih ada kekurangan 33.000 meter persegi.

“Untuk kekurangan lahan masih dalam proses pembebasan dan dana keseluruhan mencapai 48 milyar lebih dari APBD. Nantinya dana tersebut akan dibangun huntap di Sembilan desa dari tiga kecamatan yang terkena tsunami beberapa waktu lalu,” kata Thamrin.

Dia menambahkan, program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana masih tetap berjalan dengan menerapkan prinsip-prinsip protokol pencegahan covid-19. 

“Pembahasan progres pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana tsunami Selat Sunda tersebut melibatkan Pemprop Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, Tanggamus, Pesawaran dan Kabupaten Pandeglang Propinsi Banten,” tambahnya. 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Adi Pranoto
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya