Siap-Siap Dicurangi
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Oleh: Tampan Fernando Hasugian
Indonesia mencatat sejarah. Untuk pertama kalinya, Timnas Garuda berhasil menembus putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Ini bukan prestasi kecil, mengingat sepak bola kita selama bertahun-tahun hanya menjadi penggembira.
Namun, di tengah euforia dan harapan besar itu, kita justru harus bersiap menghadapi kenyataan yang lebih pelik: “Siap-Siap Dicurangi!”
Mengapa? Dari enam negara yang lolos ke fase ini, hanya Indonesia yang berasal dari luar kawasan Timur Tengah. Sisanya adalah Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak, dan Oman.
Selain itu, AFC juga telah menunjuk tuan rumah untuk pertandingan di dua grup, yaitu Arab Saudi dan Qatar.
Jika berkaca pada pengalaman Timnas Indonesia saat berlaga di kawasan Teluk, ada banyak pelajaran pahit yang bisa kita ingat.
Bukan rahasia lagi, pertandingan yang digelar di negara-negara Timur Tengah kerap diwarnai kontroversi, kecurangan, bahkan skandal wasit yang cenderung menguntungkan tuan rumah.
Kita tentu masih ingat saat Timnas Indonesia U-23 menghadapi Qatar, atau ketika melawan Bahrain di kualifikasi sebelumnya. Ada keputusan wasit yang merugikan secara mencolok.
Tidak ada pelanggaran bahkan tanpa kontak, pemain Garuda Ivar Jenner langsung diganjar kartu merah, sementara pelanggaran keras dari tim tuan rumah dibiarkan.
Yang paling mencolok dan memancing emosi adalah saat menghadapi Bahrain. Wasit dengan sengaja mengulur waktu hingga menit 90+9, demi memberi peluang tuan rumah mencetak gol.
opini Tampan Fernando
Timnas Indonesia
kualifikasi Piala Dunia
Putaran keempat
Sepakbola
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
