Peta Jalan Pendidikan Islam dan Desain Masa Depan Peradaban
Fi fita
Bandar Lampung
Dalam perspektif Islam, kesempurnaan tidak diukur dari kecerdasan semata, melainkan dari keseimbangan akal, hati, dan tubuh.
Dengan pendekatan ini, pendidikan membentuk pribadi utuh yang mampu hidup bermakna dan bertanggung jawab.
Keempat, Modal Strategis PTKIN bagi Kepemimpinan Etika Global.
Dengan sekitar 40 UIN dan lebih dari 1,1 juta mahasiswa, PTKIN memiliki modal besar untuk menjadi pusat kepemimpinan etika global berbasis nilai Islam.
Potensi ini bukan sekadar angka, melainkan kekuatan intelektual dan moral untuk merespons krisis nilai yang melanda dunia.
Lulusan PTKIN diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, tanggung jawab sosial, dan kepedulian kemanusiaan.
Sehingga, PTKIN dapat melahirkan pemimpin dan profesional yang membawa nilai keadilan, kejujuran, dan keberpihakan pada kemaslahatan publik dalam berbagai bidang kehidupan.
Kelima, Integrasi Etika Islam dalam Setiap Disiplin Keilmuan.
Etika Islam perlu diintegrasikan ke dalam seluruh mata kuliah dan disiplin ilmu, bukan hanya diajarkan sebagai materi tersendiri.
Setiap bidang keilmuan harus selalu dikaitkan dengan pertanyaan tentang tujuan, dampak, dan tanggung jawab sosial dari penerapannya.
Uin ril
universitas Islam Negeri lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
