Peta Jalan Pendidikan Islam dan Desain Masa Depan Peradaban

Fi fita

Fi fita

Bandar Lampung

30 Desember 2025 19:06 WIB
Perspektif | Rilis ID
Rektor UIN RIL Prof Wan Jamaluddin. Foto: istimewa
Rilis ID
Rektor UIN RIL Prof Wan Jamaluddin. Foto: istimewa

Integrasi ini juga perlu diperkuat melalui kerja sama dengan dunia industri agar relevansi lulusan tetap terjaga tanpa kehilangan nilai.

Dengan cara ini, pengembangan ilmu pengetahuan dapat berjalan maju sekaligus bermakna, serta tidak terjebak dalam logika pasar semata.

Keenam, Teknologi untuk Kemanusiaan, Bukan Sekadar Pertumbuhan Ekonomi.

Salah satu kritik terhadap modernitas adalah kecenderungan menjadikan pertumbuhan ekonomi sebagai tujuan utama, sering kali dengan mengorbankan nilai kemanusiaan.

Pendidikan Islam menawarkan koreksi penting: teknologi harus diarahkan untuk melayani manusia, bukan sebaliknya.

Orientasi kemanusiaan menuntut agar inovasi mempertimbangkan keadilan sosial, kesejahteraan, dan martabat manusia.

Keberhasilan tidak cukup diukur secara material, tetapi juga dari sejauh mana teknologi menghadirkan kemaslahatan.

Dalam kerangka ini, pendidikan berperan membentuk manusia yang mampu mengendalikan teknologi secara etis.

Ketujuh, Akhlaqul Algoritma. Gagasan akhlaqul algoritma menegaskan bahwa algoritma tidak boleh bebas nilai.

Sebagai penggerak utama sistem digital modern, algoritma harus dibangun di atas prinsip keadilan, kejujuran, transparansi, dan kemanusiaan.

Menampilkan halaman 5 dari 9

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Agus Pamintaher
Tag :

Uin ril

universitas Islam Negeri lampung

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya